Warga Binaan Lapas Wahai Panen Pujian, Sayur Segar Dibeli Masyarakat

Warga Binaan Lapas Wahai Panen Pujian, Sayur Segar Dibeli Masyarakat

Wahai, INFO_PAS - Kebun hidroponik di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali menarik perhatian warga. Masyarakat sekitar datang langsung ke lokasi untuk membeli hasil pertanian Warga Binaan berupa sayur selada sebanyak lima ikat dan tomat sebanyak tiga kg, Jumat (24/7). Kegiatan ini menunjukkan program pembinaan kemandirian di Lapas sukses memberi hasil nyata sekaligus mendapat pujian dari masyarakat sekitar.

Kepala Urusan Tata Usaha selaku Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, Usman Bakri, menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme warga yang datang langsung ke kebun Lapas. Hal ini membuktikan produk hasil didikan petugas diterima dengan baik oleh publik.

"Ini bukti nyata program pembinaan kemandirian kami berhasil. Lapas Wahai tidak hanya membina Warga Binaan agar terampil, tetapi juga hadir dan memberikan manfaat langsung bagi kebutuhan pangan masyarakat," ungkap Usman.

Salah satu Warga Binaan pekerja, WK, juga bangga dengan jerih payah selama ini. "Kami senang sekali hasil kerja keras kami merawat tanaman ini diapresiasi dan dibeli langsung oleh masyarakat. Pengalaman menanam hidroponik ini menjadi bekal berharga bagi kami saat bebas nanti," tuturnya.

Selaku pembeli, Adelia memuji hasil karya Warga Binaan yang dipanen langsung olehnya. "Sayur seladanya sangat segar dan tomatnya juga bagus-bagus. Senang bisa beli langsung hasil karya dari Lapas dengan kualitas yang tidak kalah dari pasar," ungkapnya.

Pujian yang sama disampaikan pembeli lainnya, Wiwin Wailisa. "Harganya terjangkau dan kualitasnya memuaskan. Semoga kegiatan positif seperti ini terus berlanjut dan makin maju ke depannya," harapnya.

Keberhasilan panen dan tingginya apresiasi masyarakat ini makin mempertegas komitmen Lapas Wahai dalam mentransformasi ruang pembinaan menjadi pusat produktivitas yang berdaya saing dan mewujudkan Pemasyarakatan yang berdampak. Lebih dari sekadar pemenuhan kebutuhan pangan lokal, program pembinaan kemandirian ini berhasil meruntuhkan stigma negatif dan membangun jembatan kepercayaan antara Warga Binaan dengan masyarakat sebagai bekal nyata menuju reintegrasi sosial. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Wahai

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0