Warga Binaan Lapas Wonreli Panen Sayuran dari Lahan Kemandirian
Wonreli, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wonreli panen sayur kangkung dan sawi hasil budidaya Warga Binaan, Kamis (9/10). Panen ini menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian yang digalakkan di lingkungan Lapas, sekaligus bagian dari implementasi 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.
Kegiatan pertanian yang digarap di lahan pembinaan ini melibatkan Warga Binaan secara aktif, mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga panen. Selain menghasilkan sayuran segar, aktivitas ini juga menjadi sarana pembentukan karakter dan pelatihan keterampilan kerja bagi Warga Binaan.
Kepala Lapas Kelas III Wonreli, Indra Gunawan, menyebut kegiatan bercocok tanam memberikan manfaat luas, baik secara ekonomi maupun mental bagi Warga Binaan.
“Melalui kegiatan ini, Warga Binaan belajar bertanggung jawab, disiplin, dan mandiri. Nilai-nilai inilah yang akan menjadi bekal saat mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Sebagian hasil panen dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur Lapas, sementara sisanya dijual guna mendukung keberlanjutan program pembinaan.
“Pendapatan dari hasil penjualan kami gunakan kembali untuk menunjang kegiatan pembinaan berikutnya,” tambah Indra.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, turut memberikan apresiasi atas keberhasilan Lapas Wonreli dalam menjalankan pembinaan yang produktif.
“Panen ini menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian dijalankan secara nyata dan berkesinambungan. Warga Binaan tidak hanya dibina secara moral, tetapi juga diberi keterampilan hidup yang bermanfaat,” ujarnya.
Dengan semangat “Bergerak, Berdampak”, Lapas Kelas III Wonreli terus mengembangkan program pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan humanis demi melahirkan Warga Binaan yang siap berkontribusi positif di tengah masyarakat. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Wonreli
What's Your Reaction?


