Warga Binaan Produktif, Lapas Bandanaira Panen Kangkung dan Bayam
Banda Naira, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira kembali tunjukkan konsistensinya dalam pembinaan Warga Binaan di sektor pertanian produktif. Meskipun sedang menjalani puasa Ramadan 1447 Hijriah, Warga Binaan Lapas Bandanaira tetap produktif dan berhasil memanen sayur kangkung segar sebanyak 50 ikat di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Sabtu (28/2).
Kepala Subseksi Pembinaan, Rustam Kasoor, mengungkapkan keberhasilan panen tidak terlepas dari perawatan yang dilakukan secara terjadwal dan berkelanjutan, mulai dari penyiraman rutin hingga pemberian pupuk NPK guna menjaga kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan optimal tanaman. Keberhasilan panen 50 Ikat kangkung menunjukkan dengan pendampingan yang tepat, Warga Binaan mampu menghasilkan produk pertanian berkualitas dan bernilai ekonomi.
"Kami terus memberikan arahan teknis mulai dari pengolahan tanah, pemupukan, hingga pengendalian hama agar Warga Binaan benar-benar memahami proses pertanian secara utuh sehingga keahlian ini dapat mereka terapkan setelah bebas nanti," jelas Rustam.
Salah satu Warga Binaan, Sofyan, bangga dapat terlibat langsung dalam proses budidaya tersebut. "Kami belajar banyak di sini. Bukan hanya cara menanam, tapi juga tentang kesabaran dan kerja sama. Hasil panen ini membuat kami merasa percaya diri bahwa kami juga bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat meski berada di Lapas," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Lapas (Kalapas) Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, menambahkan panen ini merupakan hasil nyata pembinaan yang dilakukan secara konsisten untuk mendorong Warga Binaan memiliki kesadaran untuk menjadi produktif dengan cara positif sehingga kelak memiliki bekal keterampilan dan pengetahuan saat kembali ke masyarakat. "Panen ini adalah komitmen kami dalam memberdayakan Warga Binaan secara berkesinambungan sekaligus berperan aktif dalam mendukung program ketahanan pangan," katanya.

Dua hari berselang, Senin (2/3), Lapas Bandanaira kembali panen 30 ikat bayam hasil kegiatan pertanian yang dikelola secara berkelanjutan oleh Warga Binaan dengan pendamping petugas Lapas di SAE. Ini merupakan pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif.
"Program SAE tidak hanya untuk mengisi waktu Warga Binaan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran agar mereka memiliki keahlian di bidang pertanian. Harapannya, keterampilan ini menjadi bekal positif saat mereka kembali ke masyarakat," harap Rustam.
Salah satu Warga Binaan, Rifiq, mengungkapkan kebahagiaannya bisa ikut serta dalam panen ini. "Saya senang sekali bisa lihat hasil kerja keras sendiri. Dari menanam sampai panen, ternyata butuh sabar dan telaten. Semoga nanti setelah bebas, saya bisa manfaatkan keterampilan ini untuk bantu keluarga," ungkapnya.
Sementara itu, Kalapas Bandanaira menegaskan program pembinaan kemandirian akan terus dikembangkan secara optimal dengan memanfaatkan potensi lahan yang ada di Lapas. "Kami berkomitmen menjadikan Lapas Bandanaira sebagai Lapas yang produktif. Melalui pembinaan yang terarah, Warga Binaan tidak hanya dibina secara kepribadian, tetapi juga kemandiriannya agar siap berkontribusi setelah bebas nanti," tegas Abdul Samad.
Melalui panen ini, Lapas Bandanaira menegaskan komitmen pembinaan berkelanjutan. Program produktif diharapkan memberi manfaat nyata bagi Warga Binaan dan masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Bandanaira
What's Your Reaction?


