Warga Binaan Rutan Rantau Ikuti Lomba Cerdas Cermat dan Praktik Azan
Rantau, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Rantau gelar lomba cerdas cermat bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Antasari Banjarmasin, Rabu (20/5). Lomba ini menjadi salah satu sarana pembinaan yang dikemas secara edukatif sekaligus menghibur para peserta.
Pelaksanaan lomba berlangsung meriah dengan diikuti sejumlah kelompok Warga Binaan yang saling beradu pengetahuan dan ketangkasan dalam menjawab pertanyaan yang telah disiapkan. Berbagai materi pengetahuan umum, wawasan kebangsaan, keagamaan, hingga pengetahuan sehari-hari menjadi soal yang diberikan. Suasana kompetisi berlangsung seru dengan dukungan dan semangat dari sesama Warga Binaan yang turut menyaksikan jalannya kegiatan.
Kepala Rutan Rantau, Renaldi Hutagalung, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang melibatkan mahasiswa KKN UIN Antasari. “Kegiatan seperti ini sangat baik karena selain memberikan hiburan yang positif, juga meningkatkan kemampuan berpikir, menambah wawasan, dan membangun semangat kebersamaan di antara Warga Binaan. Kami berharap kegiatan kolaboratif seperti ini terus berlanjut,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KKN UIN Antasari, Iqbal, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya untuk memberikan kontribusi nyata melalui program edukatif dan bermanfaat. “Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan nilai pembelajaran bagi Warga Binaan. Antusiasme yang ditunjukkan peserta hari ini sangat luar biasa dan menjadi pengalaman berharga bagi kami,” terangnya.
Salah satu Warga Binaan berinisial SP mengatakan lomba cerdas cermat memberikan pengalaman baru yang mampu menambah pengetahuan sekaligus menjadi penyemangat selama menjalani masa pembinaan. “Selain menambah ilmu, kami juga belajar bekerja sama dalam tim dan merasakan suasana berbeda dari kegiatan sehari-hari,” ujarnya.

Di hari yang sana, Warga Binaan praktik azan bersama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tapin. Para peserta diberikan pemahaman mengenai tata cara azan yang baik dan benar, mulai dari pelafalan makhraj huruf, ketepatan tajwid, intonasi suara, hingga adab dalam mengumandangkan azan. Mereka juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung materi yang telah disampaikan.
“Kami berharap Warga Binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan agama, tetapi juga mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Pembinaan spiritual memiliki peran penting dalam membentuk karakter yang lebih baik,” harap Renaldi.
Perwakilan Kemenag Kabupaten Tapin, Abdussamad, menilai antusiasme peserta menunjukkan adanya keinginan untuk terus belajar dan memperbaiki diri. “Kami melihat semangat yang sangat baik dari peserta. Praktik adzan ini bukan hanya tentang melantunkan panggilan salat, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai keimanan dan meningkatkan kepercayaan diri,” tuturnya.
Salah satu Warga Binaan berinisial FJR mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman dan ilmu baru yang bermanfaat bagi dirinya. "Dari kegiatan ini saya belajar cara melafalkan azan dengan lebih baik dan benar,” ucapnya.
Kegiatan berlangsung dengan tertib serta ditutup dengan evaluasi dan motivasi kepada para peserta agar terus meningkatkan kemampuan keagamaan mereka. (IR)
Kontributor: Rutan Rantau
What's Your Reaction?


