Waspada Hantavirus, Lapas Pemuda Madiun Perkuat Edukasi dan Aksi Pencegahan di Blok Hunian
Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun bergerak cepat antisipasi potensi penyebaran Hantavirus di lingkungan blok hunian melalui sosialisasi dan aksi pencegahan di blok hunian, Rabu (10/6). Langkah preventif ini merupakan komitmen Lapas menjamin kesehatan seluruh penghuni.
Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa kepadatan hunian menuntut penerapan standar kebersihan yang tinggi guna mencegah muncul dan berkembangnya berbagai penyakit menular.
“Kesehatan Warga Binaan adalah prioritas utama kami. Melalui sosialisasi ini, kami membangun kesadaran bersama bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati, terutama terhadap penyakit yang dibawa oleh vektor hewan seperti tikus,” tegas Rudi.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan edukasi tersebut, jajaran petugas bersama Warga Binaan melaksanakan aksi bersih-bersih di sejumlah titik yang berpotensi menjadi sarang tikus. Kegiatan meliputi pembersihan saluran air, penataan area dapur, sanitasi kamar hunian, hingga penyemprotan disinfektan secara berkala.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, Setyawan Nugroho Endiyanto, menjelaskan bahwa upaya pencegahan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata yang melibatkan seluruh penghuni Lapas.
“Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi juga bergerak bersama Warga Binaan untuk membersihkan saluran air, area dapur, dan kamar hunian serta melakukan penyemprotan disinfektan. Kami juga membagikan perlengkapan kebersihan tambahan guna memastikan tidak ada ruang bagi tikus untuk bersarang,” jelasnya.
Sementara itu, Dokter Lapas Pemuda Madiun, Allisa Rahmatunnisa, memberikan pemahaman mengenai bahaya Hantavirus, termasuk cara penularan, gejala awal, serta langkah-langkah pencegahannya. Ia menjelaskan bahwa virus tersebut dapat menular melalui partikel yang berasal dari kotoran, urine, maupun air liur tikus yang terhirup manusia.
“Hantavirus dapat menyebabkan gangguan pernapasan akut yang berpotensi fatal apabila terlambat ditangani. Jika ada Warga Binaan atau petugas yang mengalami gejala seperti demam tinggi, nyeri otot, atau sesak napas setelah beraktivitas di area yang dicurigai terkontaminasi, segera laporkan ke klinik Lapas agar dapat ditangani secepatnya,” pesan dr. Allisa.
Melalui sosialisasi dan aksi pencegahan ini, Lapas Pemuda Madiun perkuat budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan Pemasyarakatan. Dengan sinergi antara petugas dan Warga Binaan, diharapkan tercipta lingkungan hunian yang aman, sehat, dan kondusif guna mendukung terwujudnya layanan Pemasyarakatan yang berkualitas. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Pemuda Madiun
What's Your Reaction?


