WBP Lapas Terbuka Kendal Produksi Ratusan Ton Pangan

WBP Lapas Terbuka Kendal Produksi Ratusan Ton Pangan

Kendal, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kendal terus meningkatkan produktivitasnya. Sejak ditetapkan sebagai Lapas Produktif, pelbagai kegiatan pembinaan kemandirian yang bertujuan memberikan bekal keterampilan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terus berkembang. Apalagi di masa pandemi saat ini pangan menjadi sektor yang wajib dikembangkan dan ditingkatkan produktivitasnya

Tak mau menyerah, Lapas Terbuka Kendal yang sempat kosong karena ditinggal WBP yang melaksanakan asimilasi di rumah, kembali di isi WBP ekerja. Bahkan, saat ini mampu memproduksi pangan hingga ratusan ton.

Kepala Lapas Terbuka Kendal, Rusdedy, menjelaskan pelbagai pihak digandeng untuk mewujudkan Lapas Produktif, diantaranya Kementerian Pertanian dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional untuk mendorong program ketahanan pangan nasional penanaman jagung di lahan Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan, Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan Kabupaten Kendal untuk mendorong budidaya perikanan dan peternakan, Yayasan Inisiatif Indonesia Biru Lestari di bidang Pelatihan Agribisnis, CV Indoshrimps di bidang budidaya udang vaname system kolam bundar, CV Putra Kirana di bidang budidaya buah-buahan dan tanaman sayuran, PT. Sido Muncul di bidang budidaya tanaman herbal, Yayasan Global Ikhwan Indonesia dalam bidang pembinaan kepribadian, serta Kementerian Agama di bidang pembinaan keagamaan

“Beberapa kegiatan sudah menghasilkan, seperti budidaya tanaman jagung seluas 15 hektar dengan hasil perhektarnya mencapai lima ton. Maka, totalnya mencapai 75 ton untuk satu kali masa tanam,” terangnya Minggu (23/8).

Dalam satu tahun, Lapas Terbuka Kendal dapat melakukan dua kali masa tanam hingga jumlah total yang didapat 150 ton/tahun. Budidaya 25.000 tanaman melon dengan hasil perpohon rata rata lima kgmaka hasil per periode tanam 100 ton dimana pertahun bisa empat kali tanam sehingga total pertahun budidaya melon mencapai 400 ton.

“Kami juga mengembangkan budidaya semangka 2.400 pohon dengan hasil perpohon sekitar tiga kg, hasil perperiode tanam 7,2 ton. Sama halnya dengan melon, semangka untuk satu tahunnya bisa empat kali periode tanam sehingga total per tahun semangka menghasilkan 28,8 ton,” tambah Rusdedy.

Tidak hanya bidang pertanian, bidang peternakan dengan kegiatan budidaya ayam petelur perhari dapat menghasilkan 125 kg dan untuk setiap bulannya 3,75 ton. Apabila diakumulasikan pertahunnya mencapai 45 ton. Adapun bidang perikanan Lapas Terbuka Kendal mengembangkan budidaya udang vaname dengan hasil pertahun mencapai 36 ton.

“Walau kami menyelenggarakan kegiatan pertanian dan peternakan yang kapasitas produksinya masih kecil, namun akan terus ditingkatkan, seperti ayam pedaging, sapi, kambing/domba, budidaya ikan air tawar, tambak ikan bandeng, perkebunan singkong/ubi rambat, pisang, tanaman herbal, dan sayur-sayuran,” janji Rusdedy.

Tak berlebihan apabila kegiatan pembinaan kemandirian yang semula bertujuan memberikan bekal keterampilan kepada WBP telah berdampak positif mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan pembinaan kemandirian di Lapas Terbuka Kendal.

“Kunci mengelola semua kegiatan agar berjalan dan terus produktif adalah bersinergi. Kami harus mampu bersinergi dengan semua stakeholder pemangku kebijakan dan kepentingan seperti yang sudah berjalan saat ini dsebagaimana komitmen yang diusung, yaitu Lapas Terbuka Kendal Bersinergi Membangun Kemandirian dan Kepribadian Narapidana,” pungkas Rusdedy.

 

 

Kontributor: Lapas Terbuka Kendal

 

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0