Wujud Sinergi Pemasyarakatan dan Masyarakat, 126 UMKM Padati Halaman Lapas Surabaya

Wujud Sinergi Pemasyarakatan dan Masyarakat, 126 UMKM Padati Halaman Lapas Surabaya

Sidoarjo, INFO_PAS - Pemandangan tak biasa terlihat di depan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya, Minggu (1/11). Area yang biasanya menjadi aktivitas Pemasyaraatan, kali ini berubah menjadi pusat keramaian dengan hadirnya 126 stan UMKM dalam gelaran senam bersama dan pasar rakyat yang digagas Lapas Surabaya bersama Pemerintah Kecamatan Porong. Kegiatan ini turut melibatkan Rumah Tahanan Negara Perempuan Kelas IIA Surabaya, TNI/POLRI, Pemerintah Desa Kebonagung, BRI Rajawali, dan Puskesmas Kedungsolo untuk menggerakkan ekonomi lokal sekaligus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Sejak pagi hari, ratusan warga tampak memadati lokasi kegiatan, berbagai stan UMKM berjajar menawarkan aneka produk mulai dari aneka kuliner, kue, minuman, aksesoris, bahan pokok,  hingga pakaian. Suasana makin semarak dengan pelaksanaan senam bersama yang diikuti jajaran Lapas dan unsur pemerintah setempat. Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi, menjadikan pelaksanaan perdana pasar rakyat ini berlangsung meriah. Di balik kemeriahan tersebut, ada misi besar yang ingin diwujudkan, yakni menjadikan keberadaan Lapas bukan hanya sebagai tempat pembinaan Warga Binaan, tetapi juga bagian dari masyarakat yang memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.

"Hari ini menjadi momentum perdana kami melaksanakan senam bersama dan pasar rakyat. Ada sekitar 126 stan UMKM yang ikut berpartisipasi. Ini merupakan gagasan bersama untuk mendorong UMKM sekitar agar makin berkembang dan kami ingin membangun sinergi dengan seluruh tokoh maupun elemen masyarakat sekaligus menunjukkan Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat," tegas Kepala Lapas Surabaya, Sohibur Rahman.

Di tengah puluhan stan UMKM masyarakat, Lapas Surabaya turut membuka stan yang menawarkan produk ketahanan pangan dan hasil keterampilan maupun program kemandirian Warga Binaan. Produk yang dijual, di antaranya tahu, tempe, ikan lele, kangkung, terung, telur asin, minuman, kaos, dan berbagai hasil olahan Warga Binaan. Dengan membuka ruang pemasaran secara langsung, hasil karya Warga Binaan juga berkesempatan dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Pasar rakyatnya seru sekali, banyak pilihan produk. Saya baru tahu kalau Lapas juga menghasilkan produk seperti ini, ternyata kualitasnya bagus dan menarik,” puji Ilma, salah satu pengunjung yang membeli produk Lapas.

Salah seorang pedagang kue dan minuman, Regafa, juga terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Dia menyebut dagangannya habis terjual meski pasar baru dibuka pada pagi hari.

“Alhamdulillah, dagangan saya habis. Saya sangat mendukung kegiatan ini karena bermanfaat bagi warga, terutama UMKM di Desa Kebonagung. Akhirnya, ada wadah untuk berjualan,” tutur Regafa.

Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai layanan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti BRI Rajawali membuka layanan perbankan, sedangkan Puskesmas Kedungsolo menyediakan pelayanan kesehatan gratis. Kolaborasi tersebut menjadikan pasar rakyat sebagai ruang interaksi masyarakat yang tidak hanya menghadirkan hiburan dan aktivitas ekonomi, tetapi juga akses terhadap layanan publik.

Kepala Desa Kebonagung Agus Suwantoro mengapresiasi dukungan pihak Lapas yang telah menyediakan tempat bagi warganya untuk berjualan. Dia berharap pasar rakyat tersebut diselenggarakan setiap pekan. Pihaknya juga berencana memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan kegiatan tersebut agar makin banyak masyarakat yang berkunjung.

“Jika kegiatan ini sukses, kami berencana membuat pasar permanen di sebelah Koperasi Desa Merah Putih Kebonagung. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar sehingga ekonomi masyarakat bisa terus meningkat,” harap Agus. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Surabaya

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0