Wujudkan Pembinaan Kreatif, Warga Binaan Lapas Luwuk Sulap Kantong Plastik Bekas Jadi Bunga Hias
Luwuk, INFO_PAS – Dinding jeruji besi bukan penghalang bagi kreativitas. Hal ini dibuktikan Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk. Melalui program pembinaan kemandirian, mereka menyulap limbah kantong plastik bekas yang tidak bernilai menjadi kerajinan bunga hias yang estetik dan bernilai ekonomi.
Pada Selasa (5/5), kegiatan yang berlangsung di bengkel kerja ini merupakan upaya untuk membekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif. Pemanfaatan limbah plastik dipilih tidak hanya karena bahan bakunya yang melimpah, tetapi juga kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Dengan ketelatenan tinggi, para Warga Binaan memilah kantong plastik berdasarkan warna, membersihkannya, lalu membentuknya helai demi helai menjadi mahkota bunga. Berbagai bunga, mulai dari mawar hingga krisan, dihasilkan dengan detail yang sangat rapi sehingga sekilas tidak tampak berasal dari bahan plastik bekas.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Heru Cahyono, memberikan apresiasi atas ketekunan para Warga Binaan. Menurutnya, fokus utama dari kegiatan ini adalah mengubah pola pikir dan perilaku melalui kerja nyata. Pihaknya berupaya meningkatkan kualitas produksi agar mampu bersaing di pasar lokal.
"Kami terus mendorong Warga Binaan untuk mengeksplorasi potensi diri mereka. Limbah plastik yang tadinya dibuang, kini menjadi barang seni di tangan mereka. Ini bukan sekadar membuat bunga, tapi tentang melatih kedisiplinan dan fokus," ujar Heru.
Salah satu Warga Binaan inisial SA mengatakan proses pembuatan bunga ini menuntut kesabaran dan keahlian tangan. “Kami ingin menunjukkan di tempat terbatas ini, kami tetap bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,“ tuturnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, menyatakan program pembinaan kreatif ini bertujuan agar Warga Binaan memiliki bekal yang kuat saat kembali ke masyarakat nantinya. Pihaknya berkomitmen untuk terus memfasilitasi kreativitas ini, baik dari segi penyediaan bahan maupun pemasaran hasil karya.
"Ini adalah bukti nyata dari semangat berkarya tanpa henti. Kami tidak ingin mereka hanya berdiam diri, melainkan harus pulang dengan membawa keahlian baru. Hasil kerajinan ini juga berpotensi untuk dipasarkan kepada masyarakat sebagai produk dekorasi rumah yang unik," ungkap Bahrun.
Selain memberikan kesibukan positif, kegiatan ini diharapkan memberikan nilai ekonomi tambahan. Ke depannya, hasil karya bunga hias ini akan dipamerkan dalam berbagai ajang pameran UMKM maupun dijual melalui galeri hasil karya Warga Binaan.
Dengan adanya inovasi ini, Lapas Luwuk berhasil mengubah stigma negatif menjadi prestasi sekaligus membuktikan perubahan karakter dapat diawali dari sebuah kreativitas sederhana, namun penuh makna. (IR)
Kontributor: Lapas Luwuk
What's Your Reaction?


