Wujudkan Pembinaan Produktif, Lapas Kembang Kuning Manfaatkan FABA untuk Pembuatan Kompos
Cilacap, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kembang Kuning Nusakambangan terus kembangkan program pembinaan kemandirian produktif dan berkelanjutan bagi Narapidana, salah satunya pemanfaatan material limbah non-B3 berupa Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) sebagai bahan pendukung dalam kegiatan pembuatan kompos. Dalam mendukung kegiatan tersebut, Lapas Kembang Kuning mengajukan permohonan material FABA kepada PT PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala. Pemanfaatan material tersebut diharapkan mendukung pengembangan kegiatan pengolahan kompos sekaligus menjadi sarana pembelajaran dan peningkatan keterampilan bagi Narapidana.
Pembuatan kompos merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang diarahkan untuk memberikan keterampilan praktis kepada Narapidana. Melalui kegiatan ini, Narapidana tidak hanya memperoleh pengalaman dalam proses pengolahan bahan organik, tetapi juga didorong untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan kemampuan yang dapat dikembangkan setelah kembali ke masyarakat.
Kepala Lapas Kembang Kuning, Sugeng Indrawan, menyampaikan pemanfaatan FABA menjadi upaya Lapas dalam menghadirkan program pembinaan produktif, inovatif, dan memiliki nilai keberlanjutan. “Pembinaan kemandirian harus memberikan manfaat nyata bagi Narapidana. Melalui pemanfaatan FABA sebagai bahan pendukung pembuatan kompos, kami berharap kegiatan ini menjadi sarana untuk meningkatkan keterampilan, produktivitas, sekaligus kepedulian terhadap lingkungan,” terangnya, Senin (14/9).
Sementara itu, Up. Assistant Manager CSR, Humas dan Umum PT PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala, Taufik Hidayanto, menyampaikan dukungannya terhadap upaya Lapas Kembang Kuning dalam mengembangkan pembinaan kemandirian berbasis lingkungan. “Kami senantiasa berkomitmen untuk mendukung kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Pemanfaatan FABA secara tepat guna merupakan salah satu bentuk upaya bersama dalam mengoptimalkan potensi material tersebut untuk kegiatan yang produktif dan bernilai manfaat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Taufik berharap dukungan tersebut memberikan manfaat dalam pengembangan keterampilan Narapidana sekaligus mendorong terciptanya kegiatan pembinaan berkelanjutan. “Kami berharap pemanfaatan FABA ini mendukung program pembinaan di Lapas Kembang Kuning, khususnya dalam kegiatan pembuatan kompos, sehingga memberikan nilai tambah dan menjadi upaya bersama dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang lebih baik,” tambahnya.
Ke depannya, Lapas Kembang Kuning akan terus mendorong pengembangan berbagai program pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian, peternakan, perikanan, pengelolaan lingkungan, dankegiatan produktif lainnya. Program tersebut diharapkan membekali Narapidana dengan keterampilan bermanfaat sebagai bekal ketika kembali dan berintegrasi di tengah masyarakat.
Melalui pemanfaatan material FABA secara tepat guna, Lapas Kembang Kuning berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dalam pembinaan, sekaligus mendukung terciptanya kegiatan produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Sinergi dengan PT PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala diharapkan terus berkembang dalam mendukung program pembinaan dan pemberdayaan Narapidana. (IR)
Kontributor: Lapas Kembang Kuning
What's Your Reaction?


