Yasinan dan Ibadah Virtual Awal Bulan, Lapas Wahai Perkuat Pembinaan Mental Warga Binaan

Yasinan dan Ibadah Virtual Awal Bulan, Lapas Wahai Perkuat Pembinaan Mental Warga Binaan

Wahai, INFO_PAS - Pembinaan mental spiritual tidak putus-putusnya dilakukan bagi Warga Binaan di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai. Pekan Pertama Juni ini, puluhan Warga Binaan berkumpul bersama petugas di Musala At-Taubah lantunkan Surah Yasin dan zikir bersama, Kamis (4/6) malam. Kegiatan keagamaan awal bulan ini secara khusus ditujukan untuk memohon keberkahan, kemudahan rezeki, serta keselamatan dan kedamaian.

Pelaksanaan Yasinan malam Jumat tersebut memberikan dampak emosional yang mendalam bagi para peserta. Salah satu Warga Binaan, AG, mengungkapkan rasa syukurnya atas program kerohanian yang rutin diadakan ini. "Membaca Yasin bersama teman-teman dan petugas membuat hati kami jauh lebih tenang. Doa awal bulan ini memberi kami harapan dan semangat baru untuk berkelakuan baik, agar kami bisa segera kembali ke tengah keluarga dengan pribadi yang lebih baik," ungkap AG.

Tidak hanya bagi Warga Binaan yang beragama Islam, komitmen toleransi dan pembinaan kepribadian di Lapas Wahai juga diterapkan secara merata. Jumat (5/6) pagi, Warga Binaan yang beragama Kristen turut difasilitasi untuk ikuti ibadah virtual yang bertempat di Gereja Ebenhaezer Lapas. Langkah ini pastikan hak beribadah seluruh Warga Binaan terpenuhi tanpa terkecuali.

Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, La Joi, menjelaskan bahwa ibadah yasinan awal bulan yang dilanjutkan dengan ibadah virtual bagi umat Nasrani adalah bentuk pembinaan yang inklusif dan humanis. "Di balik jeruji besi ini, Warga Binaan tetap membutuhkan penguatan mental dan moral. Yasinan di malam Jumat menjadi pegangan hidup mereka sekaligus memberikan ruang introspeksi diri agar dijauhkan dari niat buruk dan diberi kelancaran rezeki. Pun juga ibadah kristen pagi ini, kami pastikan hak beribadah semua golongan terfasilitasi," jelas La Joi.

Di tempat berbeda, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, beri dukungan untuk setiap aktivitas positif yang terjadi jajaran Pemasyarakatan Maluku. Menurutnya, konsistensi pembinaan mental di Lapas Wahai merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter Warga Binaan.

"Melalui Yasinan dan doa bersama serta ibadah kebaktian Kristen, kami berharap dapat meredam emosi dan memperkuat keimanan mereka. Bekal spiritual ini sangat penting, sehingga saat mereka bebas dan kembali ke masyarakat, mereka telah bertransformasi menjadi pribadi yang membawa manfaat," ucap Ricky.

 

Kontributor: Humas Lapas Wahai

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0