30 Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Belajar Sport Massage dan Olah Bawang
Malang, INFO_PAS – Sebanyak 30 Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang ikuti pelatihan keterampilan berupa sport massage dan pengolahan bawang merah bubuk yang digelar Universitas Negeri Malang (UM), Kamis (3/9). Kegiatan tersebut bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya memberikan keterampilan praktis sebagai bekal kemandirian bagi Warga Binaan.
Kepala Lapas Perempuan Malang, Endang Margiati, menyambut baik pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia berharap seluruh Warga Binaan dapat memanfaatkan kesempatan belajar dengan maksimal dan mengembangkan keterampilan yang diperoleh.
“Keterampilan yang didapat jangan berhenti pada saat pelatihan saja, tetapi bisa terus dikembangkan dan menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Endang.
Endang juga menyampaikan apresiasi kepada UM yang telah memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Negeri Malang atas kesempatan yang diberikan. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus terjalin dan memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan,” tambahnya.
Pelatihan yang berlangsung di Lapas Perempuan Malang tersebut melibatkan lima mahasiswa UM yang didampingi dua dosen. Peserta kemudian dibagi menjadi dua kelompok. Sebanyak 15 Warga Binaan ikuti pelatihan pembuatan bubuk bawang merah, sedangkan 15 lainnya ikuti pelatihan sport massage atau pijat untuk penanganan cedera olahraga.
Mahasiswa UM, Aurelia, yang turut memberikan pelatihan pembuatan bubuk bawang merah, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
“Kami memilih Lapas Perempuan Malang karena kami merasa kegiatan ini akan sangat bermanfaat untuk Warga Binaan, terutama untuk meningkatkan kapabilitas mereka. Harapannya, keterampilan ini bisa menjadi bekal ketika mereka sudah bebas nanti,” ujar Aurelia.
Sementara itu, perwakilan UM lainnya, Dinta Sugiarto, berharap pelatihan sport massage dapat jadi keterampilan produktif yang bisa dikembangkan Warga Binaan setelah bebas.
“Semoga pelatihan sport massage yang diberikan dapat menjadi bekal kemandirian agar mereka memiliki keterampilan yang bisa dikembangkan dan mendatangkan penghasilan,” ungkapnya.
Antusiasme juga dirasakan langsung oleh Lutfi, salah seorang Warga Binaan peserta pelatihan. Ia mengaku senang mendapatkan kesempatan mempelajari keterampilan baru dan merasa materi yang diberikan cukup mudah dipahami.
“Saya sangat senang mengikuti pelatihan ini. Saya merasa cukup memahami materi yang diberikan. Ternyata keterampilan ini juga bisa menjadi ide untuk membuka usaha atau UMKM nantinya,” kata Lutfi.
Selama kegiatan berlangsung, petugas Kegiatan Kerja Lapas Perempuan Malang turut mendampingi seluruh proses pelatihan hingga selesai. Petugas juga menyimak materi yang diberikan. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Perempuan Malang
What's Your Reaction?


