30 Warga Binaan Lapas Takalar Terima Premi Hasil Pembinaan Kemandirian
Takalar, INFO_PAS – Sebanyak 30 Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar trima premi atas hasil kerja dan produktivitas dalam mengikuti program pembinaan kemandirian, Sabtu (22/8). Premi diberikan dari hasil penjualan berbagai produk dan jasa yang dihasilkan melalui kegiatan pembinaan di Lapas Takalar. Kegiatan tersebut mencakup kerajinan anyaman, layanan pencucian kendaraan, jasa barber, pertukangan, hingga perkebunan.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik Lapas Takalar, Gugu Alam, mengatakan pemberian premi merupakan bentuk penghargaan kepada Warga Binaan yang menunjukkan semangat, kedisiplinan, dan kesungguhan dalam mengikuti program pembinaan.
“Premi ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras dan produktivitas Warga Binaan. Kami ingin memberikan motivasi agar mereka semakin semangat mengikuti pembinaan, sekaligus meningkatkan keterampilan yang nantinya dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Gugu Alam.
Gugu menambahkan, pembinaan kemandirian tidak hanya berorientasi pada keterampilan kerja, tetapi juga membangun sikap bertanggung jawab dan produktif.
“Hasil karya dan jasa Warga Binaan yang memiliki nilai ekonomi diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan,” katanya.
Sejalan, Kepala Lapas Takalar, Andi Gunawan, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam proses Pemasyarakatan. Pemberian premi jadi salah satu bentuk penghargaan sekaligus motivasi agar Warga Binaan terus berkarya.
“Kami memberikan apresiasi kepada 30 Warga Binaan yang telah menunjukkan produktivitas melalui berbagai kegiatan pembinaan. Premi ini merupakan hasil dari kerja mereka sendiri dan menjadi bukti bahwa Warga Binaan mampu menghasilkan sesuatu yang bernilai,” ungkap Andi Gunawan.

Andi Gunawan menambahkan, pihaknya akan terus mendorong pengembangan program pembinaan yang memiliki nilai keterampilan dan ekonomi. Dengan demikian, Warga Binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh bekal yang bermanfaat setelah bebas.
“Harapan kami, keterampilan yang diperoleh selama berada di Lapas dapat terus dikembangkan dan menjadi modal bagi Warga Binaan untuk hidup mandiri setelah kembali ke masyarakat. Pemasyarakatan harus mampu memberikan perubahan positif dan mempersiapkan mereka menjadi pribadi yang produktif,” tandasnya.
Salah seorang Warga Binaan, SW, merasa bersyukur dan senang menerima premi dari hasil kerja selama mengikuti program pembinaan kemandirian.
“Premi ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus bekerja dengan sungguh-sungguh dan meningkatkan keterampilan,” katanya. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Takalar
What's Your Reaction?


