40 Warga Binaan Lapas Pangkalpinang Ikuti VCT Mobile dan Skrining Penyakit Menular
Pangkalpinang, INFO PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang gelar layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) Mobile bagi Warga Binaan sebagai upaya deteksi dini HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya, Selasa (5/5). Sebanyak 40 Warga Binaan ikuti pemeriksaan yang meliputi HIV, Hepatitis B, Hepatitis C, sifilis, serta skrining tuberkulosis (TB) melalui pemeriksaan dahak, yang dilaksanakan di Klinik Pratama Lapas Pangkalpinang.
Kegiatan ini terlaksana atas sinergi Lapas dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dan Puskesmas Gerunggang. Kegiatan ini menjadi upaya pemenuhan hak kesehatan Warga Binaan melalui layanan yang rutin dilaksanakan.
Penanggung jawab Klinik Pratama Lapas Pangkalpinang, dr. Nanda Farah Dina, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam deteksi dini penyakit menular di lingkungan Lapas.
“Deteksi dini menjadi prioritas kami agar penyakit dapat diketahui lebih cepat dan segera ditangani, sekaligus mencegah penularan di lingkungan Lapas Pangkalpinang,” tegasnya.
Sementara itu, dr. Rifadhona dari Puskesmas Gerunggang menjelaskan bahwa HIV/AIDS, infeksi menular seksual (IMS), dan tuberkulosis masih menjadi persoalan kesehatan yang perlu diwaspadai.
“HIV/AIDS dapat menular melalui hubungan seksual tidak aman, penggunaan jarum suntik bersama, transfusi darah yang terkontaminasi, serta dari ibu ke bayi,” jelasnya.
Ia menambahkan, HIV tidak menular melalui sentuhan, makanan, maupun udara. Sementara itu, IMS kerap tidak bergejala, dan TB paru menular melalui udara dengan gejala batuk lebih dari dua minggu, demam, serta penurunan berat badan.
“Penting untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai langkah pencegahan,” pesannya.
Salah satu Warga Binaan, M, mengaku terbantu dengan adanya layanan kesehatan tersebut.
“Kami merasa diperhatikan dengan adanya pemeriksaan rutin ini. Selain mengetahui kondisi kesehatan, kami juga mendapat pengetahuan baru tentang cara mencegah penyakit,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Pangkalpinang berharap sinergi dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas terus diperkuat guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan serta kesadaran Warga Binaan dalam pencegahan penyakit menular. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Pangkalpinang
What's Your Reaction?


