Alami Nyeri Dada, Lapas Atambua Rujuk Warga Binaan ke RSUD Guna Penanganan Medis Lanjutan
Atambua, INFO_PAS – Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua rujuk seorang Warga Binaan inisial ES ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mgr. Gabriel Manek, Selasa (18/7) pukul 11.00 Wita. Langkah cepat ini diambil guna memberikan penanganan medis lanjutan setelah Warga Binaan mengalami keluhan kesehatan secara mendadak.
Rujukan dilakukan menggunakan mobil ambulans milik Lapas Atambua. Pengawalan dan pendampingan medis dipimpin langsung oleh Kepala Subseksi Perawatan, Yosef Siga, bersama Petugas Pengolah Data Kesehatan, Yacoba Lobang.
Yosef menjelaskan keputusan untuk merujuk pasien diambil setelah melihat kondisi kesehatan ES yang kian memburuk dalam waktu singkat. "Kejadian ini diawali ketika ES mengeluhkan sakit di bagian dada kepada petugas medis Lapas pada pukul 10.00 Wita. Hingga pukul 11.00 Wita, rasa sakit yang dirasakannya makin tidak tertahankan. Melihat kondisi tersebut, kami bertindak cepat dan langsung membawa ES ke RSUD Atambua untuk mendapatkan perawatan intensif," terangnya.
Setibanya di RSUD Atambua, tim medis rumah sakit langsung melakukan serangkaian tindakan penanganan darurat. Selaku Petugas Pengolah Data Kesehatan Lapas Atambua, Yacoba Lobang menyampaikan pasien telah melalui serangkaian penanganan spesialis.
"Pasien telah selesai menjalani pemeriksaan rekam jantung. Dari hasil pemeriksaan awal tersebut, dokter merekomendasikan penanganan lanjutan berupa tes Ekokardiografi yang ditangani langsung oleh Dokter Spesialis Jantung. Selama proses pengawasan dan pengawalan, situasi berjalan aman, tertib, dan kondusif," jelas Yacoba.
Setelah mendapatkan penanganan medis yang tepat dan kondisinya dinyatakan membaik oleh tim dokter, ES akhirnya diizinkan untuk kembali ke Lapas Atambua. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya atas respon cepat jajaran Lapas. "Kalau tidak segera dibawa ke rumah sakit, saya tidak tahu bagaimana kondisi saya. Terima kasih juga atas pengawalan dan perhatian yang diberikan selama saya dirawat," ungkapnya.
Langkah tanggap ini menjadi komitmen Lapas Atambua dalam memberikan pelayanan kesehatan optimal dan menjamin hak-hak dasar para Warga Binaan. (IR)
Kontributor: Lapas Atambua
What's Your Reaction?


