Atambua Asah Kemandirian Warga Binaan lewat Keterampilan Barbershop
Atambua, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua kembali tunjukkan komitmennya dalam menciptakan Warga Binaan yang mandiri dan siap kembali ke masyarakat. Kini, Lapas Atambua menggiatkan pelatihan keterampilan jasa potong rambut atau barbershop bagi para Warga Binaan sebagai salah satu Sarana Asimilasi dan Edukasi dalam mewujudkan pembinaan yang memberikan kesempatan untuk menyalurkan serta mengembangkan kemampuan, keterampilan, dan keahlian yang dimiliki.
Kepala Lapas Atambua, Bambang Hendra Satyawan, menegaskan pembinaan ini merupakan implementasi nyata dari prinsip Pemasyarakatan. "Kami memegang prinsip untuk mengayomi dan memberikan bekal hidup yang produktif kepada Warga Binaan. Program barbershop tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga membangun mental kewirausahaan," ujarnya, Selasa (4/11).
Pelatihan keterampilan barbershop dilaksanakan dengan manajemen yang terstruktur untuk memastikan hasil yang optimal. Kegiatan ini didampingi secara intensif oleh Koordinator Kelompok Kerja Barbershop, Selfianuas Maleipada, yang memberikan bimbingan bagi tiga Warga Binaan, mulai dari teknik dasar hingga penguasaan gaya-gaya terkini secara profesional.
Tiga Warga Binaa yang telah mahir akan berperan sebagai mentor. Masing-masing Warga Binaan akan melatih lima Warga Binaan sebaya lainnya sehingga program ini ditargetkan mampu mencetak 15 tenaga barber baru yang siap mandiri. “Model pelatihan ini diharapkan menjadi solusi efektif dan berkelanjutan dalam meningkatkan kapasitas keterampilan seluruh Warga Binaan,” harap Selfianuas.
Salah seorang Warga Binaan peserta pelatihan, Rian, mengungkapkan rasa senangnya bisa berpartisipasi. “Awalnya saya tidak punya keterampilan apa pun. Setelah ikut pelatihan, saya bisa memangkas rambut teman-teman dengan baik. Ini jadi pengalaman berharga dan saya berharap bisa buka usaha sendiri setelah bebas,” tuturnya.
Layanan barbershop ini juga dibuka bagi Warga Binaan lain sebagai costumer dengan biaya terjangkau, yaitu Rp15.000. Lapas Atambua berharap kegiatan kemandirian, seperti barbershop ini terus berkembang dan mendapat dukungan sinergis dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat. Dengan demikian, usaha pembinaan yang dilakukan di Lapas membuahkan hasil optimal, mencetak Warga BInaan yang tidak hanya terampil, tetapi juga berakhlak baik dan siap menjadi kontributor positif bagi pembangunan ekonomi. (IR)
Kontributor: Lapas Atambua
What's Your Reaction?


