Bangkit dari Gagal Panen, Lapas Tangerang Kembangkan Budidaya Melon dan Semangka

Bangkit dari Gagal Panen, Lapas Tangerang Kembangkan Budidaya Melon dan Semangka

Tangerang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang kembali kembangkan budidaya melon dan semangka sebagai bagian dari pembinaan kemandirian dan dukungan terhadap program ketahanan pangan, Selasa (4/8). Pengembangan ini dilakukan setelah evaluasi menyeluruh atas kegagalan panen sebelumnya akibat serangan hama.

Sebagai langkah awal, petugas melakukan sterilisasi area greenhouse untuk meminimalkan potensi penyebaran hama sebelum budidaya kembali dimulai. Upaya tersebut menjadi bagian dari penyempurnaan metode budidaya agar lingkungan tanam lebih bersih, sehat, dan mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.

Lahan seluas 28 m2 dimanfaatkan untuk budidaya melon dan semangka menggunakan media tanam polybag. Metode ini dipilih untuk optimalkan lahan terbatas sekaligus memudahkan pengaturan media tanam, nutrisi, penyiraman, serta pemantauan kondisi setiap tanaman sehingga perawatannya lebih efektif.

Program ini melibatkan dua orang Warga Binaan yang didampingi petugas dalam setiap tahapan budidaya, mulai dari persiapan media tanam, penanaman, penyiraman, pemupukan, penyerbukan, pemangkasan, hingga pengendalian hama. Selain memperoleh keterampilan hortikultura, mereka juga dilatih membangun disiplin, ketelitian, tanggung jawab, dan kemampuan menyelesaikan setiap tantangan selama proses budidaya.

Kepala Seksi Pengolahan Hasil Kerja Lapas I Tangerang, Dede Ukmartalaksana, mengatakan kegagalan panen jadi bahan evaluasi untuk tingkatkan kualitas pembinaan.

"Kegagalan yang pernah kami alami menjadi pengingat bahwa setiap program harus terus dievaluasi dan dikembangkan. Pembinaan ini bukan sekadar membudidayakan tanaman, tetapi juga melatih Warga Binaan agar disiplin, bertanggung jawab, dan tidak mudah menyerah. Harapannya, keterampilan yang mereka peroleh dapat menjadi bekal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat," ujar Dede.

Salah seorang Warga Binaan, T, mengaku pengalaman gagal panen justru menjadi pelajaran berharga.

"Waktu tanaman sebelumnya gagal panen, kami memang sempat kecewa. Namun, dari situ kami belajar bahwa merawat tanaman harus telaten dan tidak boleh asal. Sekarang kami lebih paham cara merawat tanaman dengan baik. Semoga pengalaman dan keterampilan yang kami dapat di sini bisa menjadi bekal saat kembali ke masyarakat," ungkapnya.

Melalui pengembangan budidaya melon dan semangka ini, Lapas I Tangerang terus memperkuat pembinaan kemandirian yang adaptif dan berkelanjutan. Setiap proses budidaya menjadi sarana membekali Warga Binaan dengan keterampilan dan pengalaman yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas I Tangerang

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0