Bangun Mentalitas Baru, Bapas Fakfak Gelar Bimbingan Kepribadian untuk Klien Pemasyarakatan

Bangun Mentalitas Baru, Bapas Fakfak Gelar Bimbingan Kepribadian untuk Klien Pemasyarakatan

Fakfak, INFO_PAS - Persiapkan Klien Pemasyarakatan agar siap kembali dan diterima secara positif di tengah masyarakat, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Fakfak selenggarakan bimbingan kepribadian bertajuk "Pemulihan Psikologis dan Penguatan Mental Spiritual Klien Pemasyarakatan”, Selasa (15/9) di Aula Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Fakfak.  Kegiatan yang diikuti 25 Klien Pemasyarakatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bapas Fakfak, Yopie F. Romhadi.

Yopie menegaskan pentingnya pembinaan yang menyasar akar permasalahan para Klien. "Reintegrasi sosial yang berhasil tidak cukup hanya dengan memberikan keterampilan teknis. Yang paling mendasar adalah menyembuhkan luka batin dan membenahi mental mereka. Kami ingin memastikan ketika mereka benar-benar kembali ke masyarakat, hadir sebagai pribadi baru yang tangguh, mandiri, dan tidak lagi tergiur melakukan pelanggaran hukum," tegasnya.

Mengusung pendekatan interdisipliner, Bapas Fakfak hadirkan para pemateri ahli di bidangnya untuk memberikan penguatan komprehensif bagi para peserta. Sesi pertama diisi dengan pemulihan mental melalui materi Self-Acceptance & Emotional Healing (Berdamai dengan Masa Lalu) oleh psikolog klinis, Rohayanti Pellupesi. Dalam sesi ini, para peserta dibimbing untuk mengelola kecemasan, melepaskan emosi negatif, dan mengenali potensi diri guna membangun kembali kepercayaan diri yang sempat runtuh akibat stigma sosial.

"Stigma negatif masyarakat sering kali menjadi beban berat yang memicu kecemasan bagi para Klien. Melalui sesi ini, kami mengajak mereka untuk belajar berdamai dengan masa lalu, menerima diri sendiri, dan menyadari masa lalu yang kelam tidak menentukan masa depan mereka," jelas Rohayanti.

Tidak berhenti pada pemulihan psikologis, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kedua yang berfokus pada penguatan rohani dan tanggung jawab moral. Sesi ini menghadirkan tokoh agama dari Pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah Fakfak dan STT GPI Papua untuk memberikan pencerahan mengenai hakikat pertobatan, keikhlasan, dan pentingnya memperbaiki hubungan spiritual dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Perwakilan tokoh agama, M. Ramdan, menyampaikan pintu perbaikan diri selalu terbuka lebar. "Pertobatan yang sejati bermula dari hati yang ikhlas dan kesadaran untuk memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta. Kami hadir untuk mengingatkan bahwa pintu maaf Tuhan selalu terbuka di mana setiap manusia memiliki kesempatan yang sama untuk memperbaiki nilai moral dan tanggung jawab sosialnya," tuturnya.

Dampak positif dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh para peserta. Salah satu perwakilan Klien Pemasyarakatan, Muh Ardiyanto, mendapatkan harapan dan dorongan semangat baru usai mengikuti seluruh rangkaian bimbingan. "Jujur, awalnya ada rasa takut dan tidak percaya diri untuk kembali ke tengah masyarakat karena rasa malu. Lewat bimbingan psikologi dan spiritual ini, pikiran saya jadi lebih tenang. Saya merasa dirangkul dan makin mantap untuk membuka lembaran baru yang lebih baik," ungkapnya.

Dukungan juga datang dari kalangan masyarakat setempat. Perwakilan warga Fakfak, Hasan Namudat, menyambut baik inisiatif Bapas dalam menyiapkan mental para Klien sebelum membaur kembali secara utuh. "Kami sangat mengapresiasi langkah Bapas Fakfak yang membekali para Klien dari sisi mental dan agama. Sebagai warga, kami tentu siap menerima kembali kehadiran mereka selama mereka benar-benar menunjukkan niat baik dan perubahan perilaku yang nyata," ujarnya.

Melalui kombinasi antara terapi psikologi dan bimbingan keagamaan ini, Klien Pemasyarakatan diharapkan merekonstruksi karakter mereka menjadi pribadi yang tangguh, taat hukum, dan memiliki regulasi emosi yang sehat dalam menghadapi dinamika sosial di Kabupaten Fakfak. Ke depannya,  Bapas Fakfak berkomitmen untuk memberikan pendampingan yang holistik dan berkelanjutan. Langkah nyata ini menjadi bukti Pemasyarakatan bukan sekadar tempat menjalani masa hukuman, melainkan wadah transformatif untuk mencetak lembaran hidup baru yang lebih bermartabat bagi masyarakat. (IR)

 

 

Kontributor: Bapas Fakfak

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0