Bapas Ambon Gandeng Lintas Instansi Bahas Draf PKS Forum Integrasi Sosial
Ambon, INO_PAS – Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Muda Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Ambon, Milza Titaley, ambil bagian dalam Audiensi serta Focus Group Discussion (FGD) Pembentukan Forum Integrasi Sosial (FORIS) dan pembahasan draf Perjanjian Kerja Sama. Kegiatan yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) ini berlangsung di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjenpas Maluku, Senin (14/9).
FORIS merupakan program unggulan Ditjenpas yang dirancang untuk meningkatkan kolaborasi, menyatukan langkah, dan mengoptimalkan sumber daya lintas sektor. Pembentukan forum ini dilatarbelakangi tingginya tantangan yang dihadapi Klien Pemasyarakatan saat kembali ke masyarakat, seperti stigma negatif, keterbatasan akses pekerjaan, pendidikan, dan minimnya bantuan sosial dan kemanusiaan. Untuk itu, pertemuan ini menghadirkan perwakilan dari berbagai instansi strategis, antara Ditjenpas, Asisten I Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku, Kepolisian Daerah Maluku, Kanwil Kementerian Agama Maluku, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kota Ambon, Dinas Sosial Provinsi Maluku, Kepala Biro Pemerintahan Pemda Maluku, dan Komando Daerah Militar XVI/Pattimura.
"Audiensi dan FGD ini penting agar program FORIS tidak berhenti pada kesepakatan di atas kertas, melainkan terimplementasi secara nyata dan efektif dalam mendampingi Klien Pemasyarakatan di wilayah Maluku," ujar Milza.
Sebelumnya, Kepala Subdirektorat Pengawasan Klien Klien Pemasyarakatab Ditjenpas, Sri Astiana, memberikan pemaparan mengenai arah kebijakan FORIS sekaligus mengapresiasi langkah cepat Bapas Ambon dan Kanwil Ditjenpas Maluku yang menginisiasi FGD dengan melibatkan pemangku kepentingan lintas instansi. "FORIS dibentuk untuk menyatukan langkah dan sumber daya dari berbagai pihak dalam penanganan Klien Pemasyarakatan. Kami sangat mengapresiasi langkah cepat Kanwil Ditjenpas Maluku yang menginisiasi audiensi dan FGD ini dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas instansi," terangnya.
Dukungan nyata terhadap pembentukan FORIS juga datang dari sektor pelatihan vokasi dan produktivitas. Hal ini disampaikan Kepala Subbagian Umum BPVP Kota Ambon, Elvinus David Nanlohy.
"Kami sangat mendukung penuh keberadaan FORIS di Maluku. Pelatihan keterampilan dan pembekalan vokasi adalah kunci penting agar Klien Pemasyarakatan memiliki daya saing dan kesiapan penuh saat kembali ke tengah masyarakat," ungkap Elvinus.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan Kanwil Ditjenpas Maluku, C. Picauly, menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang terbangun. "Kami sangat berterima kasih atas partisipasi dan dukungan penuh dari seluruh instansi yang hadir. Bapas merupakan garda terdepan di lapangan yang mengawal penerimaan, pemberdayaan, hingga pengawasan Klien. Oleh karena itu, akan terus memantau kinerja Bapas agar seluruh agenda yang telah kita sepakati bersama berjalan dengan baik dan berkelanjutan," tegas Picauly.
Melalui sinergi multipihak ini, FORIS diharapkan menjadi jembatan pemulihan hubungan antara Klien Pemasyarakatan dan masyarakat. Integrasi sosial bukan sekadar memberi kesempatan kedua, melainkan membuka ruang bagi setiap individu untuk merajut kembali harapan, meraih kemandirian, dan berkontribusi positif bagi pembangunan masyarakat Maluku. (IR)
Kontributor: Bapas Ambon
What's Your Reaction?


