Lapas Geser bersama Peserta Magang Dorong Pengentasan Buta Aksara bagi Warga Binaan
Geser, INFO_PAS – Subseksi Pembinaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser bersama peserta magang gelar bimbingan dan pembelajaran dasar bagi Warga Binaan yang belum mengenal huruf dan angka. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (14/9) ini merupakan komitmen Lapas Geser dalam memenuhi hak pendidikan dan meningkatkan kualitas hidup Warga Binaan.
Program pembelajaran intensif ini secara khusus diberikan kepada salah seorang Warga Binaan berinisial SB yang memiliki keterbatasan dalam literasi numerik dan aksara. Metode pembelajaran diterapkan secara bertahap di mana saat ini mulai dari pengenalan huruf dan angka, mengheja, menulis, hingga berhitung sederhana. Pendekatan persuasif dan personal digunakan agar materi diserap dengan baik sesuai ritme kemampuan SB.
Kepala Subseksi Pembinaan, Junaidi Laisouw, menegaskan program ini adalah pemenuhan hak pembinaan adaptif dan berbasis kebutuhan individu Warga Binaan. “Pembinaan tidak selalu soal keterampilan kerja, tetapi juga menyentuh aspek fundamental seperti kemampuan baca tulis hitung yang sangat berguna bagi kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kami memberikan pendampingan berkelanjutan agar SB memiliki bekal dasar yang kuat saat kembali ke masyarakat nanti,” ujarnya.
Langkah ini juga menjadi ruang kontribusi positif bagi para peserta magang. Mereka terlibat aktif sebagai fasilitator yang menyusun materi dasar dan mendampingi proses belajar secara tatap muka.
Salah satu peserta magang, Rinaldi Rumodar, mengungkapkan kesempatan ini memberikan pengalaman empiris yang luar biasa. Menurutnya, terlibat langsung dalam mentransformasi kemampuan literasi Warga Binaan menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus kontribusi nyata dalam mendukung proses reintegrasi sosial di Lapas Geser.
“Kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berarti bagi kami sebagai peserta magang. Kami dapat berinteraksi langsung dengan Warga Binaan sekaligus membantu proses belajar mengenal huruf dan angka. Kami berharap mereka tetap semangat dan terus berusaha meningkatkan kemampuannya,” harap Rinaldi.
Manfaat program ini dirasakan langsung oleh salah satu Warga Binaan SB. Ia bersyukur mendapatkan kesempatan untuk mengejar ketertinggalan dalam kemampuan literasi dasar. “Saya sangat bersyukur karena mendapat kesempatan belajar mengenal huruf dan angka. Saya berharap program ini menjadi wadah efektif agar saya makin lancar membaca, menulis, dan berhitung,” ungkapnya.
Inisiatif positif ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda. Menurutnya, pemenuhan hak pendidikan dasar bagi Warga Binaan merupakan instrumen penting dalam sistem pembinaan di Lapas.
“Kami sangat mendukung kegiatan pembelajaran seperti ini. Setiap Warga Binaan berhak atas kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri. Kemampuan literasi dan numerasi adalah bekal dasar yang sangat krusial agar mereka siap dan mandiri saat kembali ke tengah masyarakat nanti,” tegas Nober.
Melalui pembinaan berkelanjutan, Lapas Geser berkomitmen memberikan bekal pengetahuan adaptif bagi Warga Binaan. Langkah ini juga menjadi bukti sinergi yang solid antara jajaran Lapas dan peserta magang dalam menghadirkan pembinaan humanis dan edukatif bagi Warga Binaan. (IR)
Kontributor: Lapas Geser
What's Your Reaction?


