Siraman Rohani di Balik Jeruji, Masjid At-Taubah Lapas Pemuda Madiun Dipenuhi Warga Binaan
Madiun, INFO_PAS – Masjid At-Taubah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun dipenuhi Warga Binaan Muslim dalam pembinaan rohani Agama Islam, Senin (14/9). Menghadirkan Kyai Burhanudin dan Ustaz Subagiono dari Pondok Pesantren Al Fatah Temboro, Warga Binaan mengikuti tausiah yang berisi nasihat dan motivasi untuk meningkatkan keimanan dan memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.
Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menyampaikan pembinaan rohani menjadi salah satu bagian penting dalam membentuk karakter dan mental positif Warga Binaan. “Pembinaan rohani tidak hanya menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan, tetapi juga menjadi ruang bagi Warga Binaan untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri. Kami berharap kegiatan ini memberikan bekal spiritual yang kuat sehingga mereka menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke tengah masyarakat,” harapnya.
Selanjutnya, Kyai Burhanudin menyampaikan masa menjalani pembinaan di Lapas menjadi momentum bagi Warga Binaan untuk melakukan introspeksi dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Perubahan ke arah yang lebih baik harus dimulai dari kemauan untuk memperbaiki diri dan memperkuat keimanan.
“Jangan melihat masa di Lapas hanya sebagai masa untuk menjalani hukuman, tetapi jadikan sebagai kesempatan untuk belajar, introspeksi, dan memperbaiki diri. Perbanyak ibadah dan dekatkan diri kepada Allah karena setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik,” tutur Kyai Burhanudin.
Senada, Ustaz Subagiono mengajak Warga Binaan untuk menjadikan kegiatan pembinaan rohani sebagai bekal dalam membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga akhlak, memperkuat kesabaran, dan menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
“Ilmu dan nasihat yang didapatkan jangan hanya berhenti di masjid. Mari kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menjaga ucapan, sikap, dan perilaku. Semoga apa yang dipelajari di sini menjadi bekal untuk menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali kepada keluarga dan masyarakat,” pesan Ustaz Subagiono.
Antusiasme Warga Binaan terlihat dari penuhnya Masjid At-Taubah. Mereka mengikuti kegiatan dengan tertib dan khidmat sebagi upaya membangun pribadi yang lebih baik melalui pembinaan keagamaan.
Salah satu Warga Binaan berinisial A senang mengikuti pembinaan rohani di Masjid At-Taubah. “Ceramah yang disampaikan memberikan banyak nasihat dan mengingatkan kami untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga apa yang kami dapatkan di sini menjadi bekal untuk kehidupan setelah bebas nanti,” harapnya.
Pembinaan rohani tersebut diharapkan terus memberikan dampak positif bagi Warga Binaan sekaligus menjadi pembinaan kepribadian menuju perubahan perilaku yang lebih baik. (IR)
Kontributor: Lapas Pemuda Madiun
What's Your Reaction?


