Bapas Amuntai Dorong Mantan Klien Tak Menyerah, Kini Tekuni Budidaya Ayam Petelur

Bapas Amuntai Dorong Mantan Klien Tak Menyerah, Kini Tekuni Budidaya Ayam Petelur

Rantau, INFO_PAS – Kesulitan memperoleh pekerjaan setelah menjalani proses pembimbingan tak surutkan semangat mantan Klien Pembebasan Bersyarat (PB) Balai Pemasyarakatan (Bapas) Amuntai untuk bangkit dan mencari peluang secara mandiri. Dengan pendampingan dan motivasi dari Bapas Amuntai, mantan Klien, ALD, kini kembangkan usaha budidaya ayam petelur sebagai salah satu langkah membangun kemandirian ekonomi.

Perjalanan ALD jadi bukti bahwa masa lalu bukanlah penghalang untuk memperbaiki kehidupan. Setelah menyelesaikan masa pembinaan dan memperoleh program Pembebasan Bersyarat, ALD hadapi tantangan dalam mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah. Ia justru berupaya menemukan peluang usaha yang dapat dijalankan secara mandiri dan berkelanjutan.

Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Ahli Muda Bapas Amuntai, Anto Setiawan, sampaikan bahwa pendampingan terhadap Klien Pemasyarakatan tidak berhenti pada pemenuhan kewajiban selama menjalani program integrasi, tetapi juga diarahkan agar Klien mampu kembali ke tengah masyarakat dan memiliki kehidupan yang produktif.

“Kami terus mendorong mantan Klien untuk tidak menyerah ketika menghadapi kesulitan dalam mencari pekerjaan. Yang terpenting adalah kemauan untuk bangkit, melihat peluang, dan berusaha secara mandiri. Budidaya ayam petelur yang dikembangkan ALD merupakan contoh bahwa keterbatasan kesempatan kerja dapat diubah menjadi peluang usaha apabila disertai kemauan dan ketekunan,” ujar Anto Setiawan.

Menurut Anto, keberhasilan reintegrasi sosial butuh dukungan dari berbagai pihak, terutama keluarga dan lingkungan. Bapas melalui PK akan terus memberikan motivasi, pemantauan, serta bimbingan agar mantan Klien dapat mempertahankan perilaku positif dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

Sementara itu, ALD saat ditemui pada Jumat (21/8) mengaku pada awalnya kesulitan mendapatkan pekerjaan setelah kembali ke masyarakat. Namun, kondisi tersebut mendorongnya untuk tidak bergantung pada peluang kerja formal dan mulai memikirkan usaha yang dapat dikembangkan sesuai kemampuannya.

“Awalnya memang tidak mudah mencari pekerjaan. Saya sempat merasa bingung harus mulai dari mana. Setelah mendapat arahan dan motivasi dari Bapas, saya mencoba mencari peluang yang bisa saya jalankan sendiri. Sekarang saya memilih mengembangkan budidaya ayam petelur. Saya ingin usaha ini terus berkembang dan menjadi sumber penghasilan untuk keluarga, untuk itu dukungan biaya untuk membeli pakan sangat saya butuhkan,” ungkap ALD.

Dukungan keluarga turut jadi faktor penting dalam perjalanan ALD membangun kembali kehidupannya. Di tempat terpisah, ARH, orang tua ALD, menyampaikan bahwa keluarga berupaya memberikan dukungan agar anaknya tetap semangat menjalani kehidupan dan fokus pada kegiatan yang positif.

“Kami sebagai orang tua tentu ingin anak kami bisa menjalani kehidupan dengan lebih baik. Kami terus memberikan dukungan agar dia tidak putus asa dan mau bekerja keras. Sekarang dia punya kegiatan yang positif dengan mengembangkan ayam petelur. Kami berharap usahanya bisa semakin maju dan menjadi bekal untuk masa depannya,” tutur ARH.

Bapas Amuntai memandang kisah ALD sebagai salah satu gambaran pentingnya proses reintegrasi sosial yang berkelanjutan. Kemandirian ekonomi menjadi salah satu aspek yang dapat memperkuat kepercayaan diri mantan Klien sekaligus membantu mereka menjalani kehidupan secara produktif di tengah masyarakat.

Kisah ALD menjadi pesan bahwa kesulitan mendapatkan pekerjaan bukan alasan untuk berhenti berusaha. Dengan kemauan, dukungan keluarga, serta pendampingan yang tepat, peluang untuk bangkit dan mandiri selalu dapat ditemukan. (afn)

 

Kontributor: Humas Bapas Amuntai

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0