Perkuat Keamanan dan Pembinaan, Lapas Pemuda Madiun Terima 23 Warga Binaan dari Lapas Mojokerto

Perkuat Keamanan dan Pembinaan, Lapas Pemuda Madiun Terima 23 Warga Binaan dari Lapas Mojokerto

Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun terima 23 Warga Binaan pindahan dari Lapas Kelas IIB Mojokerto, Jumat (21/8). Pemindahan tersebut dilakukan dalam rangka pemerataan penempatan dan pembinaan Warga Binaan.

Setibanya di Lapas Pemuda Madiun, seluruh Warga Binaan jalani serangkaian pemeriksaan sebagai bagian dari proses admisi dan orientasi. Petugas terlebih dahulu lakukan verifikasi identitas untuk memastikan kesesuaian data administrasi dengan dokumen pemindahan yang diterima.

Selain itu, petugas keamanan melakukan pemeriksaan badan dan barang bawaan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang masuk ke dalam Lapas serta menjaga keamanan dan ketertiban.

Tim medis Lapas Pemuda Madiun turut lakukan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh Warga Binaan yang baru datang. Pemeriksaan meliputi kondisi kesehatan umum, riwayat penyakit, serta pengobatan yang sedang atau pernah dijalani Warga Binaan.

Pemotongan rambut juga dilakukan sebagai bagian dari proses admisi dan orientasi untuk menjaga kebersihan, kesehatan, dan kerapian Warga Binaan selama menjalani masa pembinaan di Lapas Pemuda Madiun.

Setelah itu, setiap Warga Binaan terima empat stel baju dinas yang digunakan sesuai jadwal dan ketentuan selama menjalani masa pembinaan. Pemberian baju dinas tersebut merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar Warga Binaan sekaligus mendukung ketertiban, kedisiplinan, dan keseragaman di lingkungan Lapas.

Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa seluruh proses penerimaan Warga Binaan dilaksanakan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, proses admisi dan orientasi menjadi tahapan penting untuk memastikan Warga Binaan memahami aturan serta dapat beradaptasi dengan lingkungan Lapas Pemuda Madiun.

“Setiap Warga Binaan yang masuk wajib mengikuti seluruh tahapan admisi dan orientasi. Hal ini penting untuk memastikan data, kondisi kesehatan, serta barang bawaan mereka tercatat dan terverifikasi dengan baik. Kami juga memberikan pemahaman sejak awal mengenai tata tertib yang harus dipatuhi selama menjalani masa pembinaan di Lapas Pemuda Madiun,” ujar Rudi.

Rudi juga menegaskan bahwa seluruh Warga Binaan memiliki kewajiban menaati peraturan serta menjaga keamanan dan ketertiban selama berada di dalam Lapas.

“Saya berharap seluruh Warga Binaan yang baru dapat segera beradaptasi, menaati aturan, menjaga kebersihan dan ketertiban, serta mengikuti seluruh program pembinaan dengan baik. Jadikan masa menjalani pidana ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib, Denny Wahyu Kristanto, menyampaikan bahwa pemeriksaan awal dilakukan secara menyeluruh sebagai langkah preventif untuk memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga.

“Pemeriksaan kami lakukan secara teliti, mulai dari verifikasi identitas, pemeriksaan badan dan barang bawaan hingga pendataan kondisi Warga Binaan. Ini merupakan bagian dari prosedur penerimaan untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang masuk dan seluruh Warga Binaan dapat ditempatkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelas Kristanto.

Melalui proses penerimaan dan admisi tersebut, Lapas Pemuda Madiun pastikan setiap Warga Binaan mendapat pelayanan awal sesuai standar sekaligus menjaga aspek keamanan, kesehatan, ketertiban, dan pembinaan. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Pemuda Madiun

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0