Bapas Semarang Perkuat Reintegrasi Sosial lewat Bantuan Usaha bagi Klien

Bapas Semarang Perkuat Reintegrasi Sosial lewat Bantuan Usaha bagi Klien

Kendal, INFO_PAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Semarang hadiri penyaluran Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) yang diselenggarakan Sentra Terpadu Kartini Temanggung di Aula Dinas Sosial Kabupaten Kendal, Kamis (6/8). Kegiatan ini wujud sinergi lintas instansi dukung rehabilitasi sosial, pemberdayaan ekonomi, dan reintegrasi sosial bagi Klien Pemasyarakatan serta Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Sosial melalui Sentra Terpadu Kartini Temanggung menyalurkan bantuan usaha senilai Rp4.000.000 kepada masing-masing penerima manfaat. Bantuan berupa gerobak angkringan lengkap dengan perlengkapan dan stok awal usaha, serta paket usaha keripik singkong sebagai modal untuk dorong kemandirian ekonomi dan keberlanjutan usaha.

Dua Klien Pemasyarakatan Bapas Semarang turut menerima bantuan tersebut, yakni Sugiyanto yang didampingi Pembimbing Kemasyarakatan Ahmad Kisyanto dan Budiyati yang didampingi Pembimbing Kemasyarakatan Didik Risdiyanto. Bantuan tersebut diharapkan jadi langkah awal bagi para Klien untuk membangun usaha produktif, memperoleh penghasilan secara mandiri, serta memperkuat proses reintegrasi sosial di tengah masyarakat.

Kepala Seksi Bimbingan Klien Anak Bapas Semarang, Tri Riswanto, menegaskan bantuan usaha tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Bapas dan para pemangku kepentingan dalam mendukung keberhasilan pembimbingan Klien Pemasyarakatan.

"Kami berharap bantuan berupa gerobak angkringan dan paket usaha ini dapat menjadi titik awal bagi klien untuk membangun usaha yang mandiri. Melalui kemandirian ekonomi, klien akan semakin percaya diri untuk kembali diterima di tengah masyarakat dan mengurangi risiko mengulangi pelanggaran hukum," ungkapnya.

Rasa syukur juga disampaikan Sugiyanto, salah seorang Klien Pemasyarakatan penerima bantuan gerobak angkringan.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Sosial, Sentra Terpadu Kartini Temanggung, dan Bapas Semarang atas bantuan ini. Gerobak angkringan ini menjadi penyemangat bagi saya untuk memulai usaha secara mandiri, mencari nafkah yang halal, dan membuktikan bahwa saya bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik serta bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, Koordinator Klaster Napza Sentra Terpadu Kartini Temanggung, Sri Widajati, menyampaikan program Atensi tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi juga disertai pendampingan dan monitoring secara berkala.

"Gerobak angkringan dan paket usaha yang kami serahkan merupakan bentuk investasi sosial agar para penerima manfaat memiliki sumber penghidupan yang berkelanjutan. Kami berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha dan menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih sejahtera," ujarnya.

Kepala Bapas Semarang, Totok Budiyanto, menyampaikan keberhasilan pembimbingan tidak hanya diukur dari kepatuhan Klien Pemasyarakatan selama menjalani masa pembimbingan, tetapi juga dari kemampuan mereka hidup mandiri dan produktif.

"Kolaborasi antara Bapas Semarang dengan Sentra Terpadu Kartini Temanggung, Dinas Sosial, BNN, dan seluruh stakeholder merupakan bentuk nyata hadirnya negara dalam mendukung proses reintegrasi sosial. Kami berharap bantuan gerobak angkringan dan paket usaha ini menjadi awal lahirnya pelaku-pelaku usaha baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga serta menginspirasi Klien lain untuk bangkit dan menata masa depan yang lebih baik," ujarnya.

Penyaluran bantuan usaha tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung Klien Pemasyarakatan membangun kemandirian ekonomi sebagai bekal kembali ke masyarakat. Melalui sinergi dengan berbagai pihak, Bapas Semarang terus memperkuat pembimbingan yang tidak hanya berorientasi pada kepatuhan hukum, tetapi juga pemberdayaan dan peningkatan kualitas hidup Klien. (afn)

 

Kontributor: Humas Bapas Semarang

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0