Bapas Tanjungpandan Jadi Wadah Pembelajaran bagi Peserta Program Pemagangan Nasional
Belitung, INFO_PAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Tanjungpandan menjadi salah satu wadah pembelajaran bagi peserta Program Pemagangan Nasional saat menerima 12 peserta untuk mengikuti pemagangan selama enam bulan di lingkungan Bapas Tanjungpandan, Senin (10/8). Sebelumnya, proses rekrutmen dilaksanakan melalui seleksi internal oleh Tim Seleksi Bapas Tanjungpandan meliputi asesmen tertulis dengan metode Higher Order Thinking Skills dan wawancara. Seleksi tersebut dilakukan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis, pemahaman, komunikasi, motivasi, dan kesiapan peserta mengikuti program pemagangan.
Kepala Bapas Kelas II Tanjungpandan, Muhamad Irfani, menyampaikan program pemagangan selama enam bulan menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung sekaligus mengenal lebih dekat pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan. “Program magang selama enam bulan ini kami harapkan memberikan pengalaman kerja yang nyata kepada peserta, khususnya dalam memahami bagaimana sebuah organisasi pemerintahan memberikan pelayanan kepada masyarakat dan melaksanakan tugas Pemasyarakatan. Peserta akan belajar melalui keterlibatan langsung di lingkungan kerja sehingga tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga membangun keterampilan, kedisiplinan, etika kerja, dan karakter profesional,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Urusan Tata Usaha, Yovie Agustian Putra, menjelaskan 13 peserta telah dinyatakan lolos berdasarkan hasil seleksi. Namun, satu peserta mengundurkan diri pada H-1 sebelum hari pertama pelaksanaan karena telah diterima bekerja di perusahaan lain.
“Kuota yang tersedia sebanyak 13 orang dan seluruhnya telah melalui proses seleksi. Dari 13 peserta yang dinyatakan lolos, satu orang mengundurkan diri sehari sebelum pelaksanaan karena sudah diterima bekerja di perusahaan lain. Dengan demikian, peserta yang mengikuti program magang dan mulai melaksanakan kegiatan di Bapas Tanjungpandan berjumlah 12 orang,” jelas Yovie.
Yovie merinci dari 12 peserta tersebut, enam orang ditempatkan pada bagian fasilitatif, yang meliputi pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM), Barang Milik Negara (BMN), dan kehumasan. Sementara enam peserta lainnya ditempatkan pada bagian teknis Pemasyarakatan, khususnya untuk mengenal pelaksanaan tugas Pembimbing Kemasyarakatan (PK).
“Penempatan peserta kami susun sesuai formasi yang didaftar peserta agar proses pemagangan berlangsung secara terarah dan memberikan pengalaman yang sesuai bidang kerja di Bapas. Untuk enam peserta pada bagian fasilitatif, saya akan menjadi mentor dalam proses pendampingannya. Sementara enam peserta pada bagian teknis Pemasyarakatan akan mendapatkan pendampingan dari Subseksi Bimbingan Klien Dewasa,” terang Yovie.
Ia menambahkan pembagian tersebut diharapkan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai keterkaitan antara fungsi fasilitatif dan teknis dalam mendukung pelaksanaan tugas Bapas. “Harapannya, selama enam bulan peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja, tetapi juga memahami fungsi administrasi, SDM, BMN, kehumasan, dan tugas teknis PK saling mendukung dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi Bapas,” tambah Yovie,
Selama mengikuti program pemagangan, peserta akan mendapatkan pengalaman melalui keterlibatan dalam aktivitas kerja sesuai bidang penempatan dan arahan mentor. Proses tersebut menjadi pembelajaran berbasis pengalaman kerja sekaligus memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal secara langsung lingkungan. (IR)
Kontributor: Bapas Tanjungpandan
What's Your Reaction?


