Bapas Tanjungpandan Terima Kunjungan Silaturahmi dan Koordinasi Parmusi, Perkuat Sinergi Pembimbingan Klien Pemasyarakatan
Belitung, INFO_PAS — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Tanjungpandan terima kunjungan silaturahmi dan koordinasi dari Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi), Senin (10/8). Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Bapas, khususnya pembimbingan Klien Pemasyarakatan dan pendampingan Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), termasuk melalui penguatan aspek kerohanian.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang sinergi dan kolaborasi dalam mendukung pelaksanaan pembimbingan Klien Pemasyarakatan dan pendampingan ABH. Keterlibatan masyarakat melalui organisasi kemasyarakatan dinilai menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan lingkungan sosial yang kondusif bagi proses perubahan perilaku, penguatan karakter, dan keberhasilan reintegrasi sosial.
Kepala Subseksi Bimbingan Klien Dewasa, M. Yeyen Purbasari, menyampaikan pembimbingan Klien Pemasyarakatan merupakan proses yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kewajiban administratif, tetapi juga diarahkan pada perubahan perilaku, peningkatan kemandirian, dan kesiapan Klien untuk kembali menjalankan fungsi sosialnya di tengah masyarakat.
“Bapas memiliki tugas melaksanakan pembimbingan terhadap Klien Pemasyarakatan dan pendampingan terhadap ABH. Dalam pelaksanaannya, tentu dibutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak agar proses pembimbingan berjalan optimal, salah satunya melalui pembinaan kerohanian yang dapat menjadi bagian dari penguatan mental, karakter, dan nilai-nilai positif bagi Klien maupun anak,” ujar Yeyen.
Menurutnya, keterlibatan organisasi kemasyarakatan, seperti Parmusi menjadi dukungan masyarakat dalam proses reintegrasi sosial. Kolaborasi tersebut diharapkan memberikan lingkungan yang positif sekaligus membuka ruang bagi Klien dan anak untuk memperoleh penguatan nilai moral dan keagamaan.
“Harapannya, sinergi ini memberikan ruang yang lebih luas bagi Klien dan anak untuk mendapatkan dukungan dalam proses perubahan dirinya. Dengan pembimbingan komprehensif dan dukungan lingkungan yang positif, mereka diharapkan memperbaiki diri, membangun kembali relasi sosial, serta kembali menjadi bagian dari masyarakat secara baik dan bertanggung jawab,” lanjut Yeyen.
Sementara itu, Ketua PD Parmusi Kabupaten Belitung, Indra Yuniardi, menyampaikan pihaknya memiliki sejumlah agenda keagamaan dan sosial yang dapat menjadi ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Bapas Tanjungpandan. “Kami ingin membangun sinergi dalam berbagai kegiatan Parmusi di Belitung, termasuk rencana kegiatan bersama Komunitas Riau Indonesia Mengaji da safari dakwah Habib Ahmad Al Habsyi ke Belitung. Kami berharap kegiatan tersebut menjadi ruang bersama untuk membangun karakter umat dan generasi muda agar memiliki iman dan takwa yang kuat,” harapnya.
Indra menegaskan kolaborasi yang dibangun tidak diharapkan berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk dalam mendukung pembimbingan Klien Pemasyarakatan dan penguatan karakter generasi muda. “Prinsipnya adalah bagaimana kita bersama-sama mengambil peran. Bapas memiliki tugas dan fungsi dalam pembimbingan dan pendampingan, sementara Parmusi memberikan dukungan melalui kegiatan keagamaan dan dakwah. Dengan sinergi ini, kami berharap bersama-sama membentuk generasi yang berkarakter, berakhlak, serta memiliki iman dan takwa,” jelasnya.
Pertemuan tersebut menjadi upaya memperluas jejaring kerja sama Bapas Tanjungpandan dengan berbagai elemen masyarakat. Kolaborasi lintas sektor menjadi penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan, khususnya dalam mewujudkan reintegrasi sosial berkelanjutan. (IR)
Kontributor: Bapas Tanjungpandan
What's Your Reaction?


