Barbershop Lapas Batulicin Padukan Pelatihan Keterampilan dan Layanan Potong Rambut
Batulicin, INFO PAS – Suara mesin cukur jadi bagian dari aktivitas sehari-hari di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin. Melalui Barbershop Lapas Batulicin, Warga Binaan tidak hanya memperoleh layanan potong rambut, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pangkas rambut sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian, Senin (6/7).
Barbershop Lapas Batulicin dilengkapi dengan ruang layanan dan peralatan cukur yang memadai sehingga dapat beri pelayanan yang nyaman bagi Warga Binaan. Fasilitas tersebut sekaligus jadi tempat praktik bagi peserta program pembinaan yang ikuti pelatihan pangkas rambut.
Selain melayani jasa potong dan pangkas rambut, Barbershop Lapas Batulicin juga menyediakan layanan semir rambut warna hitam dengan tarif terjangkau. Seluruh layanan dikerjakan oleh Warga Binaan yang telah mengikuti pelatihan dan didampingi petugas sesuai standar pelayanan yang diterapkan.
Sebelum memberikan layanan, Warga Binaan dibimbing mengenal teknik dasar memangkas rambut, penggunaan peralatan, serta cara menjaga kebersihan dan keselamatan kerja. Setelah dinilai siap, mereka mulai melakukan praktik secara bertahap untuk mengasah keterampilan sekaligus membangun kepercayaan diri.
Kepala Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan, menjelaskan bahwa Barbershop Lapas Batulicin merupakan salah satu program pembinaan kemandirian yang dirancang agar Warga Binaan memperoleh pengalaman kerja secara langsung. Menurutnya, proses pembelajaran juga menanamkan disiplin, ketelitian, dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan.
"Yang kami latih bukan hanya kemampuan memangkas rambut. Warga Binaan juga dibiasakan bekerja sesuai prosedur, menjaga kebersihan peralatan, disiplin terhadap waktu, serta bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaannya," ujar Harry.
Warga Binaan S mengaku senang dapat mengikuti program tersebut karena memperoleh pengalaman yang sebelumnya belum pernah dimiliki. Selama mengikuti pelatihan, ia belajar menguasai teknik memangkas rambut sekaligus berinteraksi dengan pelanggan.
"Awalnya saya belum pernah memegang alat cukur. Sekarang saya sudah bisa membuat beberapa model potongan rambut dan lebih percaya diri saat melayani pelanggan. Pengalaman ini sangat berharga bagi saya," ungkap S.
Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menegaskan bahwa program pembinaan kemandirian perlu memberikan pengalaman yang dapat diterapkan dalam dunia kerja. Menurutnya, keterampilan teknis perlu diimbangi dengan pembentukan sikap kerja yang baik.
"Kami ingin setiap program pembinaan memberikan pengalaman kerja yang nyata. Selain memiliki keterampilan, Warga Binaan juga belajar membangun etos kerja, disiplin, dan tanggung jawab sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat," tegas Thoha.
Barbershop Lapas Batulicin jadi salah satu sarana pembinaan yang aktif dimanfaatkan Warga Binaan. Selain penuhi kebutuhan layanan potong rambut di dalam Lapas, fasilitas tersebut hadirkan ruang belajar yang dan pengalaman kerja secara langsung bagi Warga Binaan. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


