Produksi Es Kristal Lapas Batulicin Penuhi Kebutuhan Harian Petugas dan Warga Binaan
Batulicin, INFO PAS – Mesin pembuat es kristal di area Pujasera Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin beroperasi setiap malam untuk penuhi kebutuhan harian petugas dan Warga Binaan. Unit produksi tersebut dikelola sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian dengan libatkan Warga Binaan dalam proses produksinya.
Produksi es kristal dilakukan setiap malam oleh dua orang Warga Binaan tamping di bawah pendampingan petugas. Seluruh proses, mulai dari pengoperasian mesin, pengemasan, hingga pendistribusian, dilaksanakan secara teratur agar pasokan untuk keesokan harinya tetap tersedia.
Dalam beberapa pekan terakhir, meningkatnya suhu udara turut mendorong kebutuhan es kristal di lingkungan Lapas Batulicin. Es kristal jadi pilihan karena praktis digunakan dan mudah dipadukan dengan berbagai jenis minuman yang dikonsumsi dalam aktivitas sehari-hari.
Saat ini, produksi es kristal mencapai sekitar 50 kilogram per hari dan seluruhnya diperuntukkan bagi kebutuhan petugas maupun Warga Binaan. Es kristal dipasarkan di lingkungan Lapas dengan sistem penjualan per kilogram dengan harga yang terjangkau.
Kepala Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan, menjelaskan bahwa keterlibatan Warga Binaan dalam unit produksi tidak sebatas mengoperasikan mesin, tetapi juga mengenalkan alur kerja dalam sebuah proses produksi.
"Warga Binaan kami libatkan mulai dari menyiapkan mesin, mengemas hasil produksi, hingga mendistribusikannya. Dengan cara itu mereka belajar bekerja secara teratur, menjaga kualitas produk, dan memahami pentingnya tanggung jawab dalam setiap tahapan pekerjaan," ujar Harry, Senin (6/7).
Warga Binaan inisial S mengaku senang dipercaya terlibat dalam produksi es kristal yang setiap hari layani kebutuhan penghuni Lapas Batulicin. Menurutnya, kegiatan tersebut mengajarkan ketelitian dan kedisiplinan dalam bekerja.
"Saya belajar mengoperasikan mesin, mengemas es, dan memastikan hasil produksi siap didistribusikan. Pekerjaan ini mengajarkan saya untuk lebih teliti, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan," ungkap S.
Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, mengatakan setiap program pembinaan kemandirian perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di dalam Lapas sehingga hasilnya dapat dirasakan secara langsung.
"Unit produksi seperti ini memberi kesempatan kepada Warga Binaan untuk terlibat dalam proses kerja yang nyata sekaligus mendukung kebutuhan di dalam Lapas. Kami akan terus mengembangkan program pembinaan yang produktif dan relevan agar Warga Binaan memperoleh pengalaman yang bermanfaat selama menjalani masa pidana," tegas Thoha. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


