Lapas Banjarmasin Latih Warga Binaan Manfaatkan Azolla sebagai Pakan Tambahan Ayam Petelur
Banjarmasin, INFO_PAS – Hamparan tanaman air, azolla, di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1 Lapas Kelas IIA Banjarmasin dimanfaatkan sebagai pakan tambahan bagi ayam petelur. Melalui praktik tersebut, Warga Binaan pelajari salah satu teknik budidaya peternakan yang manfaatkan bahan alami sebagai sumber nutrisi, Senin (6/7).
Azolla digunakan sebagai pakan tambahan karena mengandung protein nabati, asam amino esensial, dan beta karoten yang bermanfaat bagi kesehatan ayam petelur. Sebelum diberikan, azolla segar ditiriskan agar tidak terlalu basah, kemudian dicampurkan secara bertahap ke dalam pakan komersial, seperti dedak, jagung, dan konsentrat, sehingga ayam dapat beradaptasi dengan tekstur dan rasanya.
Penggunaan azolla tidak dimaksudkan untuk gantikan pakan utama, melainkan sebagai pelengkap nutrisi. Dengan komposisi yang seimbang, azolla dapat membantu menjaga kesehatan ayam sekaligus mendukung kualitas telur. Pemanfaatannya juga menjadi salah satu cara mengurangi penggunaan pakan komersial.
Selama kegiatan berlangsung, Warga Binaan pelajari tahapan pemanfaatan azolla, mulai dari penyiapan bahan hingga pencampuran pakan dengan komposisi yang tepat. Pendampingan petugas dilakukan agar setiap tahapan dapat dipahami dan diterapkan dengan benar.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Banjarmasin, Bagus Paras Etika, mengatakan pemanfaatan azolla dipilih karena mudah diperoleh, mudah dibudidayakan, dan memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk ternak.
"Warga Binaan kami ajak mengenal salah satu alternatif pakan yang sederhana, tetapi memiliki manfaat bagi budidaya ayam petelur. Mereka tidak hanya mempelajari cara pemberiannya, tetapi juga memahami alasan penggunaan azolla sebagai pelengkap pakan," ujar Bagus Paras Etika.
Sementara itu, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengatakan pembinaan kemandirian terus dikembangkan dengan menyesuaikan kebutuhan dan potensi yang dapat diterapkan di lingkungan Lapas.
"Kami berupaya menghadirkan pembelajaran yang dekat dengan praktik di lapangan sehingga Warga Binaan dapat memahami proses budidaya secara utuh, mulai dari pengelolaan pakan hingga pemeliharaan ternak. Harapannya, pengalaman tersebut menjadi nilai tambah bagi mereka," ujar Akhmad Herriansyah.
Di akhir kegiatan, salah seorang Warga Binaan, P, mengaku senang memperoleh pengalaman baru melalui pembelajaran yang diberikan petugas.
"Saya baru mengetahui bahwa azolla bisa dimanfaatkan sebagai pakan tambahan untuk ayam petelur. Kami belajar mulai dari cara menyiapkan hingga mencampurkannya dengan pakan, sehingga saya lebih memahami bagaimana pemberian pakan yang baik," ujar P.
Pemanfaatan azolla menjadi salah satu bagian dari kegiatan budidaya peternakan yang dijalankan di SAE 1 Lapas Banjarmasin. Selain mendukung pemeliharaan ayam petelur, kegiatan tersebut memberi kesempatan kepada Warga Binaan untuk mengenal teknik budidaya yang memanfaatkan bahan-bahan alami secara lebih efektif. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


