Bekal Kembali ke Masyarakat, Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Dalami Tata Cara Penyelenggaraan Jenazah
Karang Intan, INFO_PAS – Suasana khidmat terasa di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan saat para Warga Binaan mengikuti Pesantren Ramadan dengan materi penyelenggaraan jenazah, Senin (9/3). Kegiatan ini menjadi salah satu program pembinaan kepribadian yang tidak hanya menambah pengetahuan agama, tetapi juga memberikan keterampilan keagamaan bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, para santri Warga Binaan mendapatkan pembelajaran sekaligus praktik langsung mengenai tata cara penyelenggaraan jenazah sesuai syariat Islam, mulai dari memandikan, mengkafani, hingga tata cara menshalatkan jenazah. Warga Binaan tidak hanya mendengarkan penjelasan, mereka juga diberi kesempatan untuk mempraktikkan langsung tata cara penyelenggaraan jenazah secara bergantian sehingga ilmu yang diperoleh benar-benar dipahami dan diingat.
Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menyampaikan kegiatan ini merupakan upaya pembinaan spiritual agar para Warga Binaan memiliki bekal nilai-nilai keagamaan yang kuat. “Pesantren Ramadan menjadi momentum penting untuk memperkuat keimanan dan pengetahuan agama bagi Warga Binaan. Melalui pembelajaran seperti penyelenggaraan jenazah ini, mereka tidak hanya memahami ajaran Islam secara teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang nantinya bermanfaat ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, materi disampaikan oleh H. Salahuddin dari Kementerian Agama Kabupaten Banjar yang dengan sabar membimbing para peserta agar memahami setiap tahapan dengan baik. Ia menjelaskan bahwa memahami penyelenggaraan jenazah merupakan kewajiban kolektif umat Islam yang penting untuk diketahui oleh setiap Muslim.
“Ilmu tentang penyelenggaraan jenazah adalah fardhu kifayah yang harus ada di tengah masyarakat. Kami berharap Warga Binaan memahami dan mengamalkan ilmu ini sehingga ketika kembali ke masyarakat dapat berperan dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” harap Salahuddin.
Salah satu peserta kegiatan, Saleh, sangat bersyukur dapat mengikuti pembelajaran tersebut. Baginya, ilmu yang didapat menjadi pengingat tentang kehidupan dan kesempatan untuk memperbaiki diri.
“Kegiatan ini sangat menyentuh hati kami. Kami belajar bahwa hidup ini sementara dan yang terpenting adalah memperbaiki diri. Ilmu ini juga sangat bermanfaat karena suatu saat kami bisa membantu masyarakat ketika ada yang membutuhkan,” ungkap Saleh.
Melalui pembinaan spiritual seperti ini, diharapkan Warga Binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mengalami proses perubahan diri menuju pribadi yang lebih baik dan siap kembali menjadi bagian dari masyarakat.
Kontributor: LPN Karang Intan
What's Your Reaction?


