Bekal Pulang Bukan Sekadar Harapan, Rutan Kebumen Tanamkan Nilai Agama Lewat Pembinaan
Kebumen, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kebumen gelar pembinaan keagamaan melalui rutinan Rabu berupa pembacaan Nadoman Hidayatush Shibyan dan mujahadah bersama perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, Muhammad Nasrulloh, Rabu (14/10). Kegiatan ini bagian dari upaya tanamkan nilai-nilai agama sebagai bekal bagi Warga Binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas.
Kegiatan di masjid Rutan Kebumen diawali dengan pembacaan Nadoman Hidayatush Shibyan secara bersama-sama. Warga Binaan ikuti pembelajaran keislaman untuk memperdalam pemahaman agama dan mengenal nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pembacaan nadoman dilanjutkan dengan mujahadah yang dipimpin Muhammad Nasrulloh. Melalui doa dan zikir bersama, Warga Binaan diajak mendekatkan diri kepada Allah Swt. sekaligus melakukan muhasabah untuk mengevaluasi diri dan menumbuhkan niat memperbaiki perilaku.
Muhammad Nasrulloh mengajak Warga Binaan tidak berhenti pada kegiatan membaca dan berdoa, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai agama.
“Pengajian menjadi kesempatan untuk memahami ajaran agama, sedangkan mujahadah mengingatkan kita untuk terus mendekatkan diri kepada Allah Swt. dan memperbaiki diri. Yang terpenting, nilai-nilai tersebut berusaha kita bawa dalam perilaku sehari-hari,” ungkap Muhammad Nasrulloh.
Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Kebumen, Pardiman, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan merupakan bagian dari upaya mendukung perubahan perilaku Warga Binaan. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran untuk menjalani masa pembinaan dengan sungguh-sungguh dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat.
“Kami berharap pembinaan ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga memberikan bekal bagi Warga Binaan untuk memperbaiki sikap, membangun kebiasaan positif, dan kembali ke masyarakat dengan semangat menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujar Pardiman.
Salah satu peserta, E, mengungkapkan bahwa pembinaan keagamaan menjadi kesempatan untuk belajar dan mengevaluasi diri.
“Saya berharap bisa semakin memahami agama, lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt., dan memperbaiki diri. Semoga apa yang dipelajari di sini bisa diterapkan ketika nanti kembali bersama keluarga dan masyarakat,” tutur E.
Setelah rangkaian pembinaan keagamaan, kegiatan dilanjutkan dengan salat Zuhur berjemaah sebagai bagian dari pembiasaan ibadah, kedisiplinan, dan kebersamaan di lingkungan Rutan Kebumen.
Rutan Kebumen berupaya mendukung pembentukan karakter Warga Binaan agar nilai-nilai agama yang dipelajari dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat kembali bersama keluarga dan masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana. (afn)
Kontributor: Humas Rutan Kebumen
What's Your Reaction?


