Bengkel Kerja Lapas Luwuk Hasilkan Meja Kantor dan Gerobak UMKM

Bengkel Kerja Lapas Luwuk Hasilkan Meja Kantor dan Gerobak UMKM

Luwuk, INFO_PAS – Bengkel Kerja Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk hasilkan meja kantor minimalis berbahan High Pressure Laminate (HPL) dan gerobak untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Senin (19/10). Produk tersebut merupakan hasil keterampilan Warga Binaan dalam program pembinaan kemandirian bidang pengelasan dan mebel.

Melalui kegiatan ini, Warga Binaan memperoleh pengalaman kerja sekaligus berlatih menghasilkan produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi serta mampu bersaing di pasaran.

Proses pengerjaan dilakukan secara bertahap, mulai dari pengukuran, pemotongan bahan, perakitan rangka, pengerjaan komponen, hingga penyelesaian akhir (finishing). Seluruh proses dikerjakan langsung oleh Warga Binaan dengan pengawasan petugas kegiatan kerja untuk memastikan ketepatan pengerjaan, kerapian, dan kualitas produk.

Pengawas dan Pembimbing Kegiatan Kerja Lapas Luwuk, Muhammad Nur Jumadil, menjelaskan pentingnya pendampingan dalam setiap tahapan produksi.

"Kami selalu mendampingi Warga Binaan secara intensif dari awal hingga finishing. Fokus kami bukan sekadar mengajar teknik mebel atau pengelasan, tetapi mendidik mereka agar memiliki kedisiplinan dan standar ketelitian yang tinggi. Melihat semangat dan kerapian hasil kerja mereka pada produk meja HPL dan gerobak UMKM ini, kami optimis keterampilan mereka siap diadu di dunia kerja nyata," ujar Jumadil.

Salah seorang Warga Binaan, Z, yang terlibat dalam pembuatan meja HPL mengungkapkan bahwa kegiatan di Bengkel Kerja memberi kesempatan untuk mengembangkan keterampilan praktis sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.

"Melalui kegiatan ini, kami mendapatkan pengalaman dan keterampilan baru dalam proses pengerjaan produk, mulai dari persiapan bahan sampai menjadi barang yang siap digunakan. Kami juga belajar tentang kedisiplinan, ketelitian, dan tanggung jawab dalam bekerja. Harapannya, keterampilan ini bisa menjadi bekal bagi kami untuk bekerja atau membuka usaha setelah bebas nanti," ungkap Z.

Warga Binaan A yang turut membuat produk mebel juga mengaku mendapat pengalaman berharga karena dapat menghasilkan barang yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Kami merasa bangga karena bisa menghasilkan barang yang memiliki manfaat dan nilai jual. Dari kegiatan ini, kami belajar bekerja sama, menyelesaikan pekerjaan dengan baik, dan menjaga kualitas hasil produksi. Kami berharap semakin banyak produk yang bisa kami hasilkan dan dipasarkan kepada masyarakat," ujar A.

Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, menyampaikan bahwa hasil produksi Bengkel Kerja tersebut jadi bagian dari pembinaan kemandirian untuk tingkatkan keterampilan dan produktivitas Warga Binaan.

"Pembinaan di Lapas bukan hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi juga tentang mempersiapkan Warga Binaan agar memiliki keterampilan, etos kerja, dan kepercayaan diri untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat. Kami terus mendorong agar kegiatan kerja di Lapas dapat menghasilkan produk berkualitas yang memiliki nilai ekonomi dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat," tegas Bahrun.

Ia juga tekankan pentingnya menjaga mutu produk, meningkatkan kreativitas, dan mengembangkan pemasaran agar Bengkel Kerja semakin produktif serta mampu menghasilkan karya yang berdaya saing.

Lapas Luwuk membuka peluang bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk memanfaatkan produk hasil pembinaan melalui pemesanan sesuai kebutuhan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung pengembangan keterampilan Warga Binaan sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Luwuk

 

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0