Resensi Buku bersama Petugas, Santri Lapas Tanjung Pelajari Makna Salat Berjemaah
Tanjung, INFO_PAS – Membaca buku tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membuka ruang untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut menjadi dasar petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung, Boni, saat mendampingi santri Warga Binaan melakukan resensi buku yang membahas keutamaan salat berjemaah, Selasa (20/10).
Dalam kegiatan tersebut, Boni bersama para santri membahas isi buku dan menggali pesan-pesan yang berkaitan dengan pelaksanaan salat berjemaah. Para peserta diajak memahami keutamaan ibadah tersebut, termasuk pentingnya membangun kebiasaan beribadah bersama dan menumbuhkan kedisiplinan dalam menjalankan kewajiban agama.
Boni menjelaskan resensi buku menjadi sarana pembelajaran yang mendorong santri Warga Binaan untuk aktif memahami materi, bukan sekadar membaca. Melalui pembahasan bersama, para pihak dapat menyampaikan pandangan, bertukar pemahaman, dan menghubungkan pesan dalam buku dengan kebiasaan sehari-hari.
“Kami ingin mereka tidak hanya membaca, tetapi juga memahami pesan yang disampaikan. Harapannya, apa yang dipelajari menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri dan lebih disiplin dalam menjalankan ibadah,” ujar Boni.
Salah satu santri Warga Binaan, Hatman, mengikuti pembahasan dengan menggali makna salat berjemaah sebagai upaya meningkatkan kualitas ibadah. Menurutnya, kegiatan membaca dan mendiskusikan buku memberinya kesempatan untuk memahami materi agama dengan cara yang lebih terarah dan melihat hal-hal yang dapat diterapkan dalam keseharian.
“Dari pembahasan buku ini, saya bisa belajar lebih banyak tentang keutamaan salat berjemaah. Saya berharap ilmu yang didapat tidak berhenti sebagai pengetahuan saja, tetapi juga bisa saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” harap Hatman.
Resensi buku tersebut juga menjadi kesempatan bagi santri Warga Binaan untuk melatih kemampuan memahami bacaan dan menyampaikan kembali gagasan dengan bahasa sendiri. Proses ini mendukung pembelajaran keagamaan sekaligus mendorong peserta untuk aktif berdiskusi dan mengambil pelajaran dari materi yang dibaca.
Lapas Tanjung akan terus mendorong pembinaan kepribadian melalui kegiatan yang mendukung peningkatan pengetahuan agama dan pembentukan karakter. Melalui pendampingan dan pembelajaran berkelanjutan, kegiatan literasi keagamaan diharapkan membantu Warga Binaan memperkuat nilai spiritual dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik. (IR)
Kontributor: Lapas Tanjung
What's Your Reaction?


