Bukan Sekadar Membatik, Warga Binaan Lapas Perempuan Pangkalpinang Belajar Mandiri dan Berkarya
Pangkalpinang, INFO_PAS – Membatik bukan sekadar aktivitas menggoreskan malam di atas kain, tetapi juga menjadi upaya membangun keterampilan, kreativitas, dan kemandirian. Hal inilah yang terus dikembangkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Pangkalpinang melalui kegiatan pembinaan kemandirian membatik yang dilaksanakan hampir setiap hari oleh Warga Binaan.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan produktif yang memberikan kesempatan bagi Warga Binaan untuk mengasah kemampuan, mempelajari teknik baru, serta menghasilkan karya yang memiliki nilai seni dan potensi ekonomi. Melalui proses membatik, Warga Binaan dilatih untuk lebih teliti, sabar, kreatif, dan tekun dalam menyelesaikan setiap tahapan pengerjaan.
Dalam pelaksanaannya, Warga Binaan telah menguasai beragam teknik membatik, mulai dari batik tulis, batik cap, batik kombinasi, batik celup ikat, hingga batik lukis. Setiap teknik memiliki karakteristik dan proses pengerjaan yang berbeda, sehingga memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk mengeksplorasi ide dan menghasilkan motif yang beragam.
Kepala Lapas Perempuan Pangkalpinang, Rina Setiari, menyampaikan pembinaan kemandirian melalui membatik merupakan bagian penting dalam mempersiapkan Warga Binaan agar memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan, baik selama menjalani masa pembinaan maupun setelah kembali ke tengah masyarakat. “Kami ingin berikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk terus belajar, mengembangkan kreativitas, dan menghasilkan karya yang bermanfaat. Kami harap keterampilan yang mereka miliki tidak berhenti di Lapas, tetapi menjadi bekal untuk membangun kemandirian dan membuka peluang usaha ketika mereka kembali ke masyarakat,” ungkapnya, Selasa (20/10).
Semangat untuk terus belajar juga dirasakan oleh Warga Binaan yang mengikuti kegiatan pembinaan kemandirian membatik. Salah satu Warga Binaan berinisial Ri mengungkapkan kegiatan ini memberinya kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menghasilkan karya melalui proses yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran. “
Melalui kegiatan membatik, saya bisa belajar banyak hal dan mengembangkan keterampilan yang sebelumnya belum tentu saya kuasai. Setiap teknik memiliki tantangan tersendiri, tetapi dari situ saya belajar untuk lebih sabar, teliti, dan percaya diri,” tutur Ri.
Kegiatan pembinaan kemandirian membatik ini diharapkan terus menumbuhkan semangat berkarya dan meningkatkan kemampuan Warga Binaan dalam menghasilkan produk berkualitas. (IR)
Kontributor: LPP Pangkalpinang
What's Your Reaction?


