Bengkel Laskarin Jadi Wadah Warga Binaan Asah Keterampilan Body Repair

Bengkel Laskarin Jadi Wadah Warga Binaan Asah Keterampilan Body Repair

Karang Intan, INFO_PAS – Melalui pembinaan kemandirian di Bengkel Laskarin, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan bekali Warga Binaan dengan keterampilan kerja. Dalam kegiatan body repair, Warga Binaan asah kemampuan teknis otomotif, ketelitian, dan tanggung jawab sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat, Selasa (18/8).

Dalam kegiatan tersebut, Warga Binaan terlibat langsung dalam proses perbaikan dan perawatan bagian bodi kendaraan dengan pendampingan dan pengawasan petugas Seksi Kegiatan Kerja. Pendampingan dilakukan untuk pastikan setiap tahapan pekerjaan berlangsung aman, tertib, dan sesuai prosedur sekaligus memberi kesempatan kepada Warga Binaan belajar melalui praktik langsung.

Kegiatan body repair tidak sekadar jadi aktivitas produktif, tetapi juga bagian dari pembekalan keterampilan kerja yang dapat dimanfaatkan setelah Warga Binaan kembali ke masyarakat. Melalui praktik langsung, mereka dilatih mengembangkan kemampuan teknis, ketelitian, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan menyelesaikan pekerjaan secara bertahap hingga menghasilkan pekerjaan yang baik.

Petugas Seksi Kegiatan Kerja, Muhammad Fajeri, mengatakan pendampingan dilakukan agar Warga Binaan memahami setiap proses pekerjaan sekaligus terbiasa bekerja dengan memperhatikan ketelitian dan keselamatan.

“Kami mendampingi dan mengawasi setiap proses agar Warga Binaan dapat belajar dengan baik, mulai dari memahami pekerjaan, menggunakan peralatan, hingga menyelesaikan perbaikan dengan teliti. Harapannya, keterampilan yang mereka dapatkan di Bengkel Laskarin bisa menjadi bekal yang berguna setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan kemandirian seperti body repair juga berikan pengalaman kerja yang membantu Warga Binaan mengenali potensi diri. Dengan latihan yang dilakukan secara berkelanjutan, keterampilan tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan jadi kemampuan yang bernilai dan produktif.

Salah seorang Warga Binaan, GL, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan body repair. Ia menilai pembelajaran melalui praktik langsung membuat dirinya lebih memahami teknik perbaikan bodi kendaraan sekaligus melatih kesabaran dan ketelitian dalam menyelesaikan pekerjaan.

“Di sini saya bisa belajar keterampilan yang sebelumnya belum terlalu saya pahami. Setiap proses harus dilakukan dengan teliti supaya hasilnya baik. Saya berharap keterampilan ini bisa menjadi bekal dan nantinya dapat saya gunakan untuk bekerja ketika sudah kembali ke masyarakat,” tutur GL.

Melalui pembinaan kemandirian yang dilakukan secara berkelanjutan, Lapas Narkotika Karang Intan terus buka ruang bagi Warga Binaan untuk belajar, berkarya, dan tingkatkan kompetensi. Bengkel Laskarin salah satu wadah pembinaan yang mengarahkan waktu pembinaan menjadi pengalaman belajar dan bekerja yang produktif.

Upaya tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kepercayaan diri Warga Binaan sekaligus mempersiapkan mereka agar memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan sebagai peluang kerja maupun usaha mandiri. Dengan demikian, pembinaan yang diberikan tidak berhenti pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi bagian dari proses membangun kesiapan Warga Binaan untuk jalani kehidupan yang lebih produktif, mandiri, dan bertanggung jawab setelah kembali ke tengah masyarakat. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Narkotika Karang Intan

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0