Bentuk Jati Diri Positif, Pembinaan Rohani Jadi Pilar Utama Reintegrasi di Lapas Tual
Langgur, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual terus perkuat program pembinaan kepribadian sebagai langkah nyata mempersiapkan Warga Binaan kembali ke masyarakat. Bertempat di Gereja Oikumene Lapas Tual, pada Selasa (14/4) digelar pembinaan rohani bagi Warga Binaan Kristen Protestan sebagai pilar utama dalam membangun jati diri yang positif dan mendukung proses reintegrasi sosial yang sukses.
Kepala Lapas Tual, Nurchalis Nur, menegaskan perubahan perilaku yang langgeng harus dimulai dari pembenahan hati dan pola pikir. Ia memandang masa pidana bukan sekadar penghukuman, melainkan momentum transformasi diri.
"Pembinaan rohani adalah jantung dari proses Pemasyarakatan di sini. Kami ingin mereka memiliki fondasi moral yang kuat. Ketika iman mereka teguh, mereka akan memiliki kendali diri yang lebih baik saat nanti menghadapi tantangan di luar," ujar Nurchalis.
Senada, Fransisco S. Fanulene selaku Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan menjelaskan penguatan spiritual merupakan bagian integral dari strategi reintegrasi sosial. Menurutnya, kesiapan mental adalah syarat mutlak agar Warga Binaan diterima kembali dengan baik oleh keluarga dan lingkungannya.
"Tugas kami adalah memastikan setiap Warga Binaan mendapatkan hak pembinaannya. Melalui bimbingan rohani yang rutin ini, kita sedang membentuk karakter mereka agar tidak lagi mengulangi kesalahan masa lalu. Ini adalah bekal utama bagi mereka untuk memulai hidup baru yang produktif," ungkap Fanulene.
Program ini terlaksana berkat sinergi erat dengan Gereja Protestan Maluku (GPM). Pendeta Rina Lekatompessy dari Jemaat GPM Anugrah menyatakan pihaknya berkomitmen memberikan pendampingan spiritual berkualitas demi pemulihan diri para Warga Binaan.
"Kami hadir untuk membawa kabar baik dan penguatan iman di balik jeruji. Fokus kami adalah membangkitkan rasa berharga dalam diri mereka di hadapan tuhan. Kami ingin mereka menyadari masa depan tetap ada bagi siapa saja yang mau bertobat dan berbenah diri," tutur Pendeta Rina.
Dengan adanya kolaborasi antara petugas Lapas dan gereja, diharapkan seluruh Warga Binaan Kristen di Lapas Tual menjalani sisa masa pidananya dengan penuh harapan sekaligus bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik saat bebas nanti. (IR)
Kontributor: Lapas Tual
What's Your Reaction?


