Lapas Perempuan Palu Gandeng PT Hannah Asa Indonesia, Tanamkan Kecakapan Finansial dan Jiwa Wirausaha bagi Warga Binaan

Lapas Perempuan Palu Gandeng PT Hannah Asa Indonesia, Tanamkan Kecakapan Finansial dan Jiwa Wirausaha bagi Warga Binaan

Sigi, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu gandeng PT Hannah Asa Indonesia gelar Boot Camp Literasi Keuangan dan Kewirausahaan bagi 50 Warga Binaan, Kamis (1/10). Mengusung tema “Belajar Mengatur Uang dan Memulai Usaha Kecil, Langkah demi Langkah,” kegiatan ini menjadi salah satu upaya membekali Warga Binaan dengan pengetahuan pengelolaan keuangan dan keterampilan dasar kewirausahaan sebagai bekal menuju kemandirian setelah kembali ke masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Perempuan Palu tersebut dibuka oleh Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban, Novitasari. Ia menyampaikan literasi keuangan dan kewirausahaan merupakan pengetahuan penting yang menjadi salah satu bekal bagi Warga Binaan dalam mempersiapkan kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan kepada Warga Binaan, tetapi juga menumbuhkan keberanian dan keyakinan untuk mengelola keuangan dengan lebih baik, serta memulai usaha secara bertahap ketika nantinya kembali ke masyarakat,” harap Novitasari.

Menurutnya, pembinaan di Lapas tidak hanya berkaitan dengan aspek kepribadian, tetapi juga perlu memberikan keterampilan yang mendukung kemandirian Warga Binaan. “Setiap ilmu yang diperoleh selama mengikuti pembinaan diharapkan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal positif setelah bebas nanti,” tambah Novitasari.,

Selanjutnya, materi Boot Camp disampaikan oleh Nina Rezkia, Konsultan Manajemen Bisnis dari PT Hannah Asa Indonesia. Materi yang diberikan berfokus pada pemahaman dasar mengenai pengelolaan keuangan dan langkah-langkah memulai usaha kecil secara sederhana dan bertahap.

Nina menjelaskan kemampuan mengelola keuangan merupakan salah satu dasar penting sebelum seseorang memulai sebuah usaha. Peserta didorong untuk memahami bagaimana mengatur pemasukan dan pengeluaran, menentukan prioritas kebutuhan, serta melihat peluang usaha yang dikembangkan sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing.

“Memulai usaha tidak harus langsung besar. Yang paling penting adalah memahami cara mengatur uang, melihat peluang, dan berani memulai dari langkah kecil yang bisa dilakukan secara konsisten,” jelas Nina.

Ia juga berharap materi yang diberikan menjadi pengetahuan praktis yang tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi diterapkan oleh Warga Binaan dalam kehidupan sehari-hari maupun setelah kembali ke masyarakat. “Kami ingin peserta mendapatkan pemahaman mengelola keuangan dan membangun usaha adalah proses yang bisa dipelajari. Dengan perencanaan yang sederhana dan langkah bertahap, mereka dapat mulai membangun kemandirian ekonomi,” lanjut Nina.

Bagi Warga Binaan, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperoleh pengetahuan baru yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal menghadapi kehidupan setelah bebas. Salah seorang Warga Binaan berinisial MA mendapatkan pemahaman baru mengenai pentingnya mengatur keuangan dan merencanakan usaha sejak dari hal-hal sederhana.

“Saya jadi lebih memahami bagaimana mengatur uang dan membedakan mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang hanya keinginan. Pengetahuan ini sangat bermanfaat dan ingin saya terapkan ketika sudah bebas nanti,” ungkap MA.

MA juga menyampaikan ketertarikannya untuk mencoba memanfaatkan pengetahuan kewirausahaan yang diperoleh dari kegiatan tersebut sebagai salah satu bekal untuk menjalani kehidupan setelah kembali ke masyarakat. “Saya ingin mencoba memulai usaha kecil setelah bebas nanti. Tidak harus langsung besar, yang penting saya bisa mengatur keuangan dengan baik dan menjalankannya sedikit demi sedikit,” ujarnya.

Boot Camp Literasi Keuangan dan Kewirausahaan ini menjadi upaya Lapas Perempuan Palu dalam memberikan pembinaan edukatif dan produktif kepada Warga Binaan. Pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan dan kewirausahaan diharapkan menjadi bekal dalam membangun kemandirian, serta mempersiapkan Warga Binaan untuk kembali berperan secara positif di tengah masyarakat. Kolaborasi bersama PT Hannah Asa Indonesia juga menjadi sinergi dalam mendukung pelaksanaan pembinaan bagi Warga Binaan, khususnya melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang memiliki manfaat praktis. (IR)

 

 

Kontributor: LPP Palu

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0