Berbuah Merah di Tengah Kemarau, Lapas Wahai Konsisten Panen Tomat
Wahai, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali buktikan keberhasilan program pembinaan kemandiriannya. Di tengah cuaca kemarau panjang yang menerpa wilayah Wahai selama enam bulan terakhir, lahan belakang Lapas justru tampak asri dan sukses memanen 10 kg tomat segar berbuah merah pada Rabu (19/8).
Hasil optimal ini tidak didapat secara instan. Di bawah terik kemarau, para Warga Binaan dengan tekun melakukan perawatan intensif, mulai dari penjadwalan penyiraman rutin, pemupukan berkala, hingga pemeliharaan tanaman secara konsisten setiap harinya. Keterbatasan cuaca tak menyurutkan semangat mereka untuk tetap produktif.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, didampingi petugas dan Warga Binaan pengelola kebun. Ia memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kerja keras yang ditunjukkan oleh para Warga Binaan dan jajaran pembina.
"Ini menunjukkan dengan ketekunan, kedisiplinan, dan pendampingan yang baik, keterbatasan cuaca bukan menjadi penghalang bagi lahan yang ada untuk tetap memberikan hasil produktif," tegas Tersih.
Sementara itu, Staf Subseksi Pembinaan Kemandirian, George Riupassa, menekankan proses panjang di kebun ini memberikan dampak positif yang mendalam bagi pembentukan karakter Warga Binaan. "Hasil panen 10 kilogram tomat hari ini adalah bukti nyata. Pembinaan kemandirian bidang pertanian tidak sekadar mengajarkan keterampilan budidaya dari menanam hingga memanen, tetapi juga menempa sikap disiplin dan tanggung jawab mereka. Harapannya, pengalaman ini menjadi bekal berharga saat mereka kembali ke tengah masyarakat kelak," harapnya.
Rasa bangga juga dirasakan langsung oleh Warga Binaan yang terlibat dalam pengelolaan kebun, salah satunya WK. Ia bersyukur ilmu pertanian yang diterimanya di Lapas memberikan hasil nyata.
"Senang sekali melihat tanaman yang kami rawat setiap hari akhirnya berbuah lebat dan bisa dipanen sebanyak ini. Kerja keras menyiram dan merawat di tengah cuaca panas rasanya terbayar tuntas. Ini jadi motivasi buat kami untuk terus belajar dan produktif," tutur WK.
Melalui keberhasilan panen tomat yang diraih secara berkala, Lapas Wahai berkomitmen untuk terus mempertahankan dan mengembangkan program pembinaan berbasis pertanian, sekaligus membuktikan dari balik jeruji pun semangat berkarya dan memberi manfaat tetap dapat tumbuh subur. (IR)
Kontributor: Lapas Wahai
What's Your Reaction?


