Bersinergi dalam Pembinaan, Rutan Majene Evaluasi Pembelajaran Huruf Hijaiyah bagi Warga Binaan
Majene, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene terus tingkatkan kualitas pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui evaluasi pembelajaran huruf Hijaiyah sebagai program pembinaan keagamaan hasil sinergi dan kolaborasi Rutan Majene bersama Kementerian Agama (Kemenaga) Kabupaten Majene, Rabu (2/9).
Dalam pelaksanaannya, Warga Binaan mengikuti evaluasi secara bertahap, mulai dari pengenalan bentuk dan nama huruf Hijaiyah, kemampuan membedakan huruf, hingga membaca rangkaian huruf sesuai materi yang telah dipelajari. Evaluasi dilakukan dalam suasana pembelajaran yang edukatif dan humanis sehingga Warga Binaan mengikuti kegiatan dengan penuh semangat.
Kepala Rutan Majene. Christy J. Thenu, menegaskan pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan kepribadian Warga Binaan dan menjadi salah satu bekal yang diharapkan membantu mereka ketika kembali ke tengah masyarakat. “Pembelajaran huruf Hijaiyah merupakan langkah dasar yang sangat positif. Kami berharap Warga Binaan tidak hanya mendapatkan pengetahuan selama berada di Rutan, tetapi juga memiliki perubahan sikap dan makin termotivasi untuk mendalami nilai-nilai keagamaan,” ujar harapnya.
Pada kesempatan itu, pembimbing dari Kemenag Kabupaten Majene, Cici Zuhriah, mengapresiasi antusiasme Warga Binaan dalam mengikuti pembelajaran. Menurutnya, kemampuan membaca huruf hijaiyah merupakan salah satu dasar penting dalam proses pembelajaran Al-Qur'an sehingga perlu dilakukan secara bertahap, konsisten, dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta.
“Kami melihat adanya semangat dari Warga Binaan untuk belajar. Kemampuan mereka tentu berbeda-beda sehingga proses pembelajaran dilakukan secara bertahap. Evaluasi ini menjadi bagian penting untuk mengetahui perkembangan mereka sekaligus memberikan motivasi agar tidak berhenti belajar,” ungkap Cici.
Safri, salah seorang Warga Binaan yang mengikuti kegiatan, senang mendapatkan kesempatan untuk belajar membaca huruf Hijaiyah. Menurutnya, pembelajaran tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus meningkatkan motivasinya untuk terus belajar.
“Awalnya saya masih banyak yang belum tahu dan sering lupa nama-nama huruf Hijaiyah. Setelah belajar dan dibimbing, sekarang sudah mulai bisa mengenali beberapa huruf. Saya berharap bisa terus belajar sampai bisa membaca Al-Qur'an dengan lebih baik,” harap Safri.
Evaluasi tersebut sekaligus menjadi gambaran pembinaan di Rutan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan selama menjalani masa pidana, tetapi juga diarahkan pada peningkatan kualitas diri dan pembentukan karakter. Melalui sinergi antara Rutan Majene dan Kemenag Kabupaten Majene, program pembinaan keagamaan diharapkan terus dikembangkan berkelanjutan dalam membangun kemampuan keagamaan Warga Binaan sekaligus mendukung tujuan Pemasyarakatan dalam mempersiapkan mereka agar kembali dan diterima dengan baik di lingkungan masyarakat. (IR)
Kontributor: Rutan Majene
What's Your Reaction?


