Peserta Magang di Lapas Bandanaira Dampingi Warga Binaan Perdalam Al-Qur'an
Banda Naira, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kelas III Bandanaira terus dorong program pembinaan untuk Warga Binaan. Pada Rabu (2/9), peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan Batch 1 Tahun 2026 ambil bagian dalam program pembinaan dengan memberikan pendampingan Warga Binaan untuk membaca, memahami, dan memperdalam pembelajaran Al-Qur'an.
Salah satu peserta magang, Ahmad Rizky Dokolamo, mengungkapkan pendampingan tersebut menjadi pengalaman yang berharga. Menurutnya, proses pembinaan tidak hanya memberikan manfaat bagi Warga Binaan, tetapi juga menjadi pembelajaran bagi dirinya untuk memahami pentingnya kesabaran, kepedulian, dan pendekatan humanis dalam lingkungan Pemasyarakatan.
"Kami senang bisa ikut mendampingi Warga Binaan dalam belajar Al-Qur'an. Bagi kami, ini bukan hanya tentang mengajarkan bacaan, tetapi juga memberikan motivasi agar mereka terus belajar dan menjadikan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai bekal untuk memperbaiki diri," ujar Ahmad.
Sementara itu, salah satu Warga Binaan, Dedi, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia mengaku pendampingan dari peserta magang membuat proses belajar Al-Qur'an terasa lebih mudah serta memberikan motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan membaca dan memahami ajaran agama.
"Kami merasa terbantu dengan adanya pendampingan ini. Kadang kami masih kesulitan dalam membaca beberapa ayat sehingga ketika ada yang mendampingi dan mengoreksi, kami menjadi lebih semangat untuk belajar. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus dilakukan," harap Dedi.
Terpisah, Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, memberikan apresiasi terhadap keterlibatan peserta magang dalam mendukung pembinaan Warga Binaan. Ia menilai kegiatan tersebut menunjukkan program magang memberikan kontribusi positif. Tidak hanya dalam aspek pengembangan kompetensi peserta, tetapi juga terhadap pelaksanaan pembinaan di Lapas.
"Kami mengapresiasi peserta magang yang mau terlibat langsung dalam kegiatan pembinaan, khususnya pendalaman Al-Qur’an. Ini merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan pembinaan positif. Warga Binaan membutuhkan ruang untuk belajar, bertumbuh, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik," ujar Samad.
Ia menambahkan pembinaan keagamaan merupakan salah satu fondasi penting dalam membentuk karakter Warga Binaan. Karena itu, Lapas Bandanaira terus mendorong berbagai kegiatan positif yang memberikan bekal mental dan spiritual bagi Warga Binaan selama menjalani masa pidana.
"Harapannya, apa yang dipelajari di Lapas tidak berhenti pada kegiatan semata, tetapi menjadi nilai yang mereka pegang dan terapkan ketika kembali ke tengah masyarakat," harap Samad.
Keterlibatan peserta magang dalam pendampingan pembelajaran Al-Qur'an menjadi gambaran bahwa Pemasyarakatan bukan sekadar menjalankan pembinaan dalam ruang terbatas, melainkan membangun proses perubahan melalui kolaborasi, keteladanan, dan kepedulian. (IR)
Kontributor: Lapas Bandanaira
What's Your Reaction?


