Lapas Luwuk Panen 155 Ikat Sayuran, Pasarkan ke Pasar Tradisional
Luwuk, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk Panen 40 ikat sawi, 65 ikat pakcoy, dan 50 ikat dalundung dari kegiatan pertanian yang libatkan Warga Binaan, Sabtu (17/10). Hasil panen tersebut selanjutnya dipasarkan ke pasar tradisional.
Panen ini bagian dari pembinaan kemandirian melalui pemanfaatan lahan produktif di lingkungan Lapas. Warga Binaan dilibatkan dalam kegiatan pertanian untuk mengembangkan keterampilan sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.
Setelah dipanen, sayuran didistribusikan untuk dijual di pasar tradisional. Pemasaran ini beri kesempatan bagi Warga Binaan untuk mengenal proses usaha pertanian, mulai dari budi daya hingga penjualan hasil panen.
Staf Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Luwuk, Muhammad Nur Jumadil, menyampaikan bahwa pendampingan dilakukan sejak pengolahan tanah hingga pascapanen dan pemasaran untuk menjaga kualitas hasil pertanian.
"Kami terus mendampingi Warga Binaan mulai dari pengolahan tanah, perawatan tanaman, hingga proses pascapanen dan pemasaran. Kualitas sayuran yang kita hasilkan terbukti segar dan diminati pasar. Hal ini membuktikan bahwa semangat serta kerja keras Warga Binaan mampu menghasilkan produk bernilai tinggi," ujar Jumadil.
Salah seorang Warga Binaan, N, mengungkapkan bahwa kegiatan pertanian memberinya pengalaman dan keterampilan baru yang bermanfaat bagi kehidupannya.
"Melalui kegiatan ini, kami belajar cara menanam, merawat, hingga memanen sayuran yang memiliki nilai jual. Kami merasa senang karena hasil kerja kami dapat dimanfaatkan dan dijual kepada masyarakat. Keterampilan ini juga menjadi bekal bagi kami ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat," ungkap N.
Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, menyatakan bahwa program ketahanan pangan bagian dari pembinaan kemandirian yang berkelanjutan. Menurutnya, Warga Binaan perlu dibekali keterampilan produksi sekaligus pemahaman tentang pengelolaan dan pemasaran hasil usaha.
"Kami ingin memastikan bahwa pembinaan yang dilaksanakan di Lapas memberikan manfaat nyata. Melalui kegiatan ketahanan pangan ini, Warga Binaan tidak hanya belajar bertani, tetapi juga memahami bahwa hasil kerja yang dilakukan dengan disiplin dan tanggung jawab dapat menghasilkan produk yang bernilai ekonomi dan dibutuhkan masyarakat," tegas Bahrun.
Ia menambahkan bahwa pemasaran hasil panen ke pasar tradisional menjadi salah satu cara memperluas pemanfaatan hasil pembinaan sekaligus mendekatkan produk Warga Binaan kepada masyarakat.
Kegiatan ini mendukung program ketahanan pangan sekaligus membekali Warga Binaan dengan keterampilan dan etos kerja sebagai bekal untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Luwuk
What's Your Reaction?


