Bintorwasdal di Lapas Ampana dan Rutan Poso, Kakanwil Ditjenpas Sulteng Tekankan Budaya PRIMA dan Penguatan Deteksi Dini

Bintorwasdal di Lapas Ampana dan Rutan Poso, Kakanwil Ditjenpas Sulteng Tekankan Budaya PRIMA dan Penguatan Deteksi Dini

Ampana, INFO_PAS - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah (Sulteng), Herman Mulawarman, langsungkan Pembinaan, Monitoring, Pengawasan, dan Pengendalian (Bintorwasdal) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana, Senin (20/7) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Poso, Selasa (21/7). Dalam kunjungan tersebut, Kakanwil meninjau langsung sejumlah sektor layanan, mulai dari blok hunian, dapur, area ketahanan pangan, hingga pelaksanaan tugas petugas di lapangan. Ia juga memberikan evaluasi sekaligus penguatan terhadap implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta 21 Arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan sebagai pedoman pelaksanaan tugas di seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan.

Menurut Herman, budaya kerja Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel (PRIMA) harus menjadi karakter setiap insan Pemasyarakatan menjadi modal utama dalam menjawab dinamika tugas yang makin kompleks. "Budaya kerja PRIMA bukan sekadar slogan. Nilai itu harus tercermin dalam setiap pelayanan, pengamanan, pembinaan, hingga pengambilan keputusan. Organisasi akan makin kuat apabila seluruh petugas memiliki etos kerja yang profesional, berintegritas, responsif, inovatif, dan mampu bekerja sama," tegasnya.

Kakanwil juga menekankan deteksi dini merupakan strategi utama mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) di Lapas. Karena itu, seluruh petugas diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak memberi ruang terhadap berbagai bentuk pelanggaran, khususnya penyalahgunaan narkotika, peredaran telepon genggam ilegal, pungutan liar, maupun praktik love scamming yang dapat merusak citra institusi.

"Jangan pernah menjadi bagian dari pelanggaran, apalagi menjadi penggeraknya. Siapa pun yang terbukti terlibat narkoba, handphone ilegal, pungutan liar, maupun praktik lain yang mencederai integritas institusi akan ditindak tegas sesuai ketentuan. Integritas adalah harga mati," jelas Herman.

Dalam peninjauan ke dapur, Herman meminta jajaran memastikan kebersihan area pengolahan makanan tetap terjaga, kualitas bahan makanan diawasi secara berkala, serta penyusunan menu siklus 10 hari dilaksanakan sesuai standar guna memenuhi hak Warga Binaan atas makanan yang sehat dan bergizi. Momentum ini juga dilakukan dialog dengan Warga Binaan di blok hunian,

Kakanwil mengingatkan pentingnya pendekatan yang humanis dalam pelaksanaan tugas Pemasyarakatan. Menurutnya, komunikasi yang baik antara petugas dan Warga Binaan akan memperkuat proses pembinaan sekaligus menjadi deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtib.

Selain aspek pengamanan, Herman juga mengapresiasi pengembangan program ketahanan pangan yang dijalankan Lapas Ampana. Ia mendorong agar keterbatasan lahan tidak menjadi hambatan untuk terus mengembangkan budidaya tanaman produktif sebagai pembinaan kemandirian Warga Binaan sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.

"Ketahanan pangan harus terus dioptimalkan. Tidak harus menunggu lahan yang luas, tetapi bagaimana memanfaatkan setiap potensi yang ada agar memberikan manfaat bagi pembinaan Warga Binaan sekaligus mendukung program pemerintah," ujar Herman.

Sementara itu, Kepala Lapas Ampana, Febriansyah, menyatakan seluruh jajaran siap menindaklanjuti arahan yang diberikan dengan memperkuat budaya kerja PRIMA, meningkatkan deteksi dini, mengoptimalkan pelayanan, dan menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas. "Arahan Bapak Kakanwil menjadi penguatan bagi kami untuk terus berbenah. Kami berkomitmen menjaga marwah organisasi melalui pelayanan profesional, pengamananoptimal, dan pelaksanaan tugas yang berintegritas sesuai kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan," ujarnya.

Adapun di Rutan Poso, pengarahan difokuskan untuk memastikan kualitas pelayanan dan tata kelola Pemasyarakatan tetap terjaga, sekaligus mempertahankan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang telah diraih Rutan Poso. Kakanwil menegaskan predikat WBK bukan sekadar penghargaan administratif, melainkan komitmen yang harus dijaga melalui peningkatan kualitas pelayanan, pengawasan yang konsisten, serta penguatan integritas seluruh petugas.

"Predikat WBK harus dibuktikan melalui kinerja yang konsisten. Pelayanan kepada masyarakat dan Warga Binaan harus terus ditingkatkan, pengawasan diperkuat, dan integritas seluruh jajaran harus menjadi fondasi utama dalam setiap pelaksanaan tugas," tegas Herman.

Herman juga mengingatkan pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Seluruh petugas didorong aktif mempelajari regulasi, meningkatkan kapasitas melalui pendidikan dan sertifikasi sesuai ketentuan, serta memastikan setiap operator bekerja cepat, akurat, dan adaptif terhadap perkembangan sistem kerja digital.

Sementara itu, Kepala Rutan Poso, Nasir, menyampaikan arahan dan evaluasi yang diberikan Kakanwil menjadi penguatan bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan. "Bintorwasdal ini menjadi momentum bagi kami untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga kualitas pelayanan, mempertahankan predikat WBK, dan menjalankan seluruh arahan Kakanwil secara berkelanjutan," tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Kanwil Ditjenpas Sulteng menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan Pemasyarakatan yang berkelanjutan di seluruh UPT Pemasyarakatan. Langkah ini diharapkan memperkuat budaya kerja PRIMA, mengoptimalkan deteksi dini, meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan, serta menghadirkan Pemasyarakatan bermanfaat bagi masyarakat. (IR)

 

 

Kontributor: Kanwil Ditjenpas Sulteng

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1