Brandgang Lapas Malang Terus Produktif, Warga Binaan Panen 224 Kg Kangkung
Malang, INFO_PAS – Setelah sukses panen jagung manis pada awal Oktober, lahan pertanian brandgang sisi selatan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang kembali menghasilkan komoditas pangan melalui panen kangkung, Kamis (8/10). Di atas lahan seluas 120 meter persegi, enam Warga Binaan yang mengikuti program pembinaan kemandirian di bidang pertanian terlibat langsung dalam proses panen yang menghasilkan 224 kilogram kangkung.
Seluruh hasil panen tersebut langsung disetorkan ke dapur Lapas untuk diolah menjadi bagian dari menu sehat bagi Warga Binaan. Produktivitas ini menunjukkan pemanfaatan lahan brandgang tidak hanya berorientasi pada kegiatan pembinaan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pemenuhan kebutuhan pangan di lingkungan Lapas Malang.
Kepala Seksi Perawatan, Moch. Agung Bachtiar, menyampaikan pertanian brandgang terus dioptimalkan untuk mendukung ketersediaan sayuran bagi dapur Lapas. Hasil panen kangkung kali ini menjadi salah satu bentuk kontribusi langsung dari program pertanian yang dikelola bersama Warga Binaan.
“Pertanian brandgang secara aktif membantu menyuplai kebutuhan sayuran untuk dapur Lapas. Kali ini kami berhasil mengumpulkan 224 kilogram kangkung yang langsung disetorkan untuk diolah menjadi menu sehat. Kami berharap kegiatan ini terus berkelanjutan sehingga hasil pembinaan dirasakan manfaatnya secara langsung,” harap Agung.
Salah seorang Warga Binaan pekerja berinisial AB senang dapat terlibat langsung dalam kegiatan pertanian di brandgang. Baginya, kesempatan tersebut menjadi kesempatan melakukan minat atau hobi serta mengikuti pembinaan di Lapas.
“Rasanya ikut senang ketika tanaman yang kami rawat bisa menghasilkan panen dan dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur Lapas,” ungkap AB.
Terpisah, Kepala Lapas Malang, Christo Victor Nixon Toar, mengapresiasi kerja sama jajaran dan Warga Binaan dalam menjaga produktivitas lahan brandgang. Menurutnya, kegiatan pertanian tersebut menjadi upaya membangun pembinaan produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan.
“Kami ingin lahan brandgang terus memberikan manfaat, baik untuk mendukung kebutuhan pangan Lapas maupun sebagai ruang bagi Warga Binaan untuk belajar dan mengembangkan keterampilan. Mereka tidak hanya memperoleh pengalaman dalam mengelola pertanian, tetapi juga berkesempatan menerima premi atas pekerjaan yang dilakukan. Ini merupakan pemberdayaan yang sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” tegas Christo.
Keberhasilan panen jagung manis yang dilanjutkan dengan panen 224 kilogram kangkung menjadi gambaran lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan sekaligus mengembangkan potensi Warga Binaan. Ke depan, kegiatan pertanian ini diharapkan terus berkembang sebagai penguatan ketahanan pangan dan pembinaan yang produktif di Lapas Malang. (IR)
Kontributor: Lapas Malang
What's Your Reaction?


