Budidaya Lobster Air Tawar, Lapas Kelas I Cipinang Ubah Lahan Idle Jadi Harapan Baru

Budidaya Lobster Air Tawar, Lapas Kelas I Cipinang Ubah Lahan Idle Jadi Harapan Baru

Jakarta, INFO_PAS – Dari ruang yang sebelumnya tak termanfaatkan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang tumbuhkan harapan baru bagi Warga Binaan. Melalui program pembinaan kemandirian berbasis perikanan, Lapas Kelas I Cipinang kembangkan budidaya lobster air tawar dengan memanfaatkan lahan idle di Lapas sebagai sarana pelatihan keterampilan yang bernilai ekonomi dan berkelanjutan.

Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan pengembangan budidaya lobster air tawar merupakan strategi pembinaan kemandirian yang diarahkan untuk memberikan bekal nyata bagi Warga Binaan setelah selesai menjalani masa pidana. “Kami ingin lahan yang sebelumnya tidak termanfaatkan dapat memberikan nilai tambah. Budidaya lobster air tawar ini kami kembangkan sebagai pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan pasar. Saat ini kami fokus pada pengembangbiakan dan pembesaran agar hasilnya optimal dan menjadi bekal keterampilan bagi Warga Binaan,” ungkapnya, Rabu (11/2).

Program budidaya lobster air tawar ini mulai dikembangkan secara bertahap sejak tahun 2025. Kegiatan tersebut menjadi penguatan kemandirian pangan melalui sektor pertanian, perikanan, dan peternakan di lingkungan Pemasyarakatan, sekaligus mendorong Warga Binaan untuk terlibat aktif dalam kegiatan produktif yang terukur dan bertanggung jawab.

Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Irdiansyah Rana, menjelaskan pengelolaan budidaya dilakukan secara terstruktur, mulai dari fase pengembangbiakan hingga pembesaran lobster. “Pada tahap awal, puluhan lobster sudah berhasil dipanen, namun sebagian besar kami kembangkan kembali agar mencapai ukuran ideal. Pembinaan ini tidak kami kejar cepat untuk dijual, tetapi kami pastikan prosesnya benar agar kualitas terjaga dan Warga Binaan benar-benar memahami alur budidaya secara utuh,” jelasnya.

Ia menambahkan Warga Binaan juga dibekali pengetahuan teknis mengenai siklus hidup lobster, termasuk proses molting atau pergantian kulit yang ditandai dengan perubahan warna lobster menjadi biru cerah. “Pemahaman teknis seperti molting sangat penting. Dari situ Warga Binaan belajar membaca tanda pertumbuhan, cara penanganan yang tepat, dan disiplin dalam perawatan. Ini bukan sekadar beternak, tetapi pembelajaran kerja yang sesungguhnya,” tambah Irdiansyah.

Salah satu Warga Binaan yang terlibat dalam program ini, RHT, mendapatkan pengalaman dan keterampilan baru yang bermanfaat. “Kami belajar dari awal, mulai dari merawat lobster kecil sampai proses pembesaran, termasuk mengenali saat lobster ganti kulit. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan bisa jadi bekal keterampilan ketika nanti kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Melalui pengembangan budidaya lobster air tawar, Lapas Kelasl I Cipinang tidak hanya menghadirkan pembinaan kemandirian, tetapi juga menumbuhkan optimisme dan kepercayaan diri Warga Binaan. Dari pemanfaatan lahan idle di Lapas, tumbuh keterampilan, tanggung jawab, dan harapan baru untuk kembali produktif dan berdaya di tengah masyarakat. Upaya ini sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada penguatan kemandirian pangan melalui pemanfaatan lahan di Lapas dan Rutan. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Kelas I Cipinang
 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0