Dalam Khusyuk Kebaktian Virtual, Warga Binaan Nasrani Teguhkan Iman
Batulicin, INFO PAS – Warga Binaan Nasrani di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin jalani kebaktian virtual dengan penuh kekhusyukan sebagai pembinaan kerohanian yang dilaksanakan berkelanjutan, Rabu (15/7). Ibadah tersebut menjadi momentum untuk meneguhkan iman, memperkuat pengharapan, dan membangun keyakinan agar tetap setia kepada tuhan selama menjalani masa pembinaan.
Kegiatan berlangsung di ruang pembinaan Lapas Batulicin dengan memanfaatkan fasilitas komputer dan jaringan internet sehingga Warga Binaan terhubung secara langsung dengan pusat pelaksanaan ibadah. Kebaktian virtual tersebut terselenggara melalui kerja sama Yayasan Pendidikan Warga Binaan Pemasyarakatan (YPWBP) Cahaya Kasih bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) sebagai dukungan terhadap pemenuhan hak pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan di seluruh Indonesia.
Kepala Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan, menyampaikan kebaktian virtual merupakan pembinaan kepribadian yang terus dikembangkan untuk memperkuat nilai-nilai spiritual Warga Binaan. Iman yang bertumbuh akan menjadi fondasi penting dalam membentuk sikap positif dan semangat untuk menjalani perubahan.
"Kami ingin memastikan Warga Binaan tetap memperoleh pembinaan rohani berkualitas. Penguatan iman menjadi bekal penting agar mereka mampu menjalani proses pembinaan dengan penuh pengharapan, memiliki karakter yang lebih baik, dan siap kembali menjadi pribadi yang bermanfaat di tengah masyarakat," ujar Harry.
Suasana ibadah berlangsung tertib dan penuh penghayatan dengan pendampingan petugas pembinaan selama kegiatan berlangsung. Kekhusyukan yang tercipta menjadi gambaran pembinaan spiritual terus menjadi salah satu pilar penting dalam membentuk karakter, integritas, dan kehidupan rohani Warga Binaan di Lapas Batulicin.
Salah seorang Warga Binaan berinisial M memperoleh kekuatan baru setelah mengikuti kebaktian virtual tersebut. Menurutnya, firman tuhan yang disampaikan memberikan ketenangan hati sekaligus menguatkan keyakinannya untuk terus menjalani pembinaan dengan penuh harapan.
"Setiap mengikuti kebaktian, saya merasa hati menjadi lebih tenang dan iman makin dikuatkan. Firman tuhan mengingatkan saya untuk tidak menyerah, tetap percaya kepada penyertaan Tthan, dan terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik selama menjalani pembinaan," ungkap M.
Sementara itu, Kepala Lapas (Kalapas) Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menegaskan pembinaan spiritual menjadi bagian penting dalam membangun kualitas kepribadian Warga Binaan secara menyeluruh. Penguatan iman melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin diharapkan menumbuhkan optimisme, membentuk karakter yang baik, dan menjadi kekuatan moral dalam proses pembinaan.
"Kami berkomitmen memberikan pembinaan yang menyentuh seluruh aspek kehidupan Warga Binaan, termasuk kebutuhan spiritual. Kami berharap iman Warga Binaan makin teguh, pengharapan makin kuat, dan semangat untuk memperbaiki diri terus tumbuh sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang," harap Thoha.
Kebaktian virtual melalui kolaborasi YPWBP Cahaya Kasih dan Ditjenpas menjadi wujud nyata komitmen dalam menghadirkan pembinaan kerohanian yang inklusif dan berkesinambungan. Dengan iman yang makin diteguhkan melalui firman tuhan, Lapas Batulicin berharap setiap Warga Binaan menjalani masa pembinaan dengan penuh pengharapan, integritas, dan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Ibadah virtual yang sama diikuti dua Warga Binaan Nasrani Lapas Tanjung dengan pendampingan petugas pembinaan, Rabu (15/7). Seluruh peserta mengikuti rangkaian ibadah mulai dari pujian, doa, penyampaian firman tuhan, hingga refleksi rohani yang bertujuan memperkuat iman dan memberikan motivasi kepada Warga Binaan selama menjalani masa pembinaan.
Staf pembinaan, Lutfi, menjelaskan keikutsertaan dalam ibadah virtual nasional menjadi kesempatan bagi Warga Binaan untuk tetap terhubung dengan pembinaan keagamaan yang lebih luas. Kegiatan tersebut tidak hanya memenuhi hak beribadah, tetapi juga memberikan semangat dan penguatan rohani.
"Warga Binaan memperoleh pembelajaran rohani, motivasi, dan nilai-nilai kehidupan yang positif. Kami berharap kegiatan ini terus menjadi sarana untuk menumbuhkan optimisme dan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik," harap Lutfi.
Salah seorang Warga Binaan, Ones, bersyukur dapat mengikuti ibadah bersama peserta dari berbagai daerah. “Kegiatan ini memberikan ketenangan batin dan menambah keyakinan untuk terus memperbaiki diri,“ ucapnya.
Sementara itu, Kalapas Tanjung, Tri Joko Wiyono, mengatakan pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam proses pembentukan karakter Warga Binaan. Pemenuhan hak beribadah harus terus difasilitasi sebagai wujud penghormatan terhadap hak asasi sekaligus sarana membangun pribadi yang lebih baik.
"Pembinaan spiritual memiliki peran besar dalam membentuk karakter Warga Binaan. Kami berkomitmen memberikan ruang bagi setiap Warga Binaan untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinannya sehingga proses pembinaan berjalan secara utuh, baik dari sisi mental, moral, maupun spiritual," ujar Tri.
Ke depannya, Lapas Tanjung akan terus mengoptimalkan pembinaan keagamaan sebagai upaya membentuk Warga Binaan yang memiliki karakter positif, kehidupan spiritual yang kuat, dan kesiapan untuk kembali berperan secara baik di tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Batulicin, Lapas Tanjung
What's Your Reaction?


