Lapas Banjarmasin Hasilkan 106 Butir Telur dari Dua Sistem Budidaya Ayam Petelur di SAE 1 dan 2
Banjarmasin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin catat produksi sebanyak 106 butir telur dari dua sistem budidaya ayam petelur yang dikembangkan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Selasa (14/7). Produksi tersebut berasal dari 88 butir telur hasil budidaya ayam petelur dengan sistem semi umbaran di SAE 1 dan 18 butir telur dari panen perdana sistem kandang baterai di SAE 2.
Panen perdana di SAE 2 dihadiri Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, Obi Noverianda, bersama jajaran seksi kegiatan kerja. Kegiatan ini menjadi indikator awal keberhasilan pengembangan budidaya ayam petelur dengan sistem kandang baterai yang dikelola Warga Binaan dengan pendampingan petugas.
Obi menjelaskan penerapan sistem kandang baterai di SAE 2 merupakan pengembangan budidaya ayam petelur yang melengkapi sistem semi umbaran yang telah lebih dahulu diterapkan di SAE 1. "Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas pemeliharaan, mulai dari pemberian pakan, kebersihan kandang, hingga kesehatan ternak agar produktivitasnya makin meningkat. Dengan adanya dua sistem budidaya ini, kami dapat melakukan evaluasi dan pengembangan untuk memperoleh hasil yang lebih optimal," jelasnya.
Salah seorang Warga Binaan berinisial SG bangga terlibat langsung dalam kegiatan budidaya ayam petelur dan memperoleh pengalaman baru selama mengikuti program pembinaan kemandirian. "Kami belajar merawat ayam setiap hari, mulai dari memberi pakan, menjaga kebersihan kandang, hingga memanen telur. Kami juga belajar disiplin, bertanggung jawab, dan bekerja sama. Pengalaman ini menjadi bekal yang sangat berharga ketika nanti kami kembali ke masyarakat," ungkapnya.
Secara terpisah, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengapresiasi capaian produksi telur dari kedua lokasi tersebut sebagai wujud keberhasilan program pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan. "Produktivitas ayam petelur di SAE 1 yang tetap terjaga dan panen perdana di SAE 2 menjadi bukti bahwa program pembinaan kemandirian di Lapas Banjarmasin terus berkembang. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama antara petugas dan Warga Binaan dalam mengelola sektor peternakan secara berkelanjutan. Kami akan terus memperkuat pembinaan berbasis keterampilan agar Warga Binaan memiliki kompetensi bermanfaat, produktif, dan siap menjadi pribadi yang lebih mandiri saat kembali ke tengah masyarakat. Program ini juga dukungan dalam mewujudkan ketahanan pangan di lingkungan Pemasyarakatan," tegasnya.
Pengembangan budidaya ayam petelur menjadi salah satu program unggulan pembinaan kemandirian di Lapas Banjarmasin. Melalui penerapan sistem semi umbaran di SAE 1 dan sistem kandang baterai di SAE 2, Warga Binaan memperoleh pengalaman langsung dalam pemeliharaan ternak, manajemen produksi, hingga panen. Program ini diharapkan terus berkembang sehingga meningkatkan keterampilan Warga Binaan, mendukung produktivitas pembinaan, dan memberikan manfaat berkelanjutan. (IR)
Kontributor: Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


