Dari Budidaya, Lapas Batulicin Panen 12 Gram Maggot Produktif
Batulicin, INFO PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin kembali tunjukkan produktivitas pembinaan kemandirian melalui budidaya maggot di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Kamis (13/8). Setelah melalui tahapan budidaya dan perawatan, panen kali ini menghasilkan 12 gram maggot yang akan kembali dikembangkan untuk menjaga keberlanjutan produksi.
Budidaya maggot dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan proses perawatan agar berkembang optimal. Setiap gram telur maggot berpotensi dikembangkan menjadi sekitar dua kilogram maggot apabila dikelola dengan baik.
Maggot yang dihasilkan dimanfaatkan sebagai pakan alternatif untuk mendukung kegiatan pembinaan kemandirian lainnya, seperti ayam petelur, bebek, dan ikan lele. Pemanfaatan tersebut menciptakan keterhubungan antarsektor pembinaan sekaligus membantu mendukung efisiensi kebutuhan pakan di lingkungan Lapas Batulicin.
Hasil panen selanjutnya dikembangkan kembali melalui proses penetasan telur hingga menjadi baby maggot. Siklus tersebut terus dijaga agar budidaya maggot di Lapas Batulicin berlangsung produktif dan berkelanjutan.
Petugas Pendamping Pembinaan, Muhammad Subhan Abdi, mengatakan pengembangan maggot dilakukan berkelanjutan dengan melibatkan Warga Binaan dalam proses perawatan dan pengelolaannya. Hasil budidaya tidak hanya menjadi produk tersendiri, tetapi juga dimanfaatkan untuk mendukung program peternakan dan perikanan.
“Budidaya maggot terus kami kembangkan agar hasilnya dimanfaatkan maksimal untuk mendukung kegiatan ayam, bebek, dan ikan lele. Prosesnya kami jaga secara berkelanjutan sehingga setiap hasil panen dapat kembali dikembangkan,” ujar Abdi.
Salah seorang Warga Binaan berinisial H mengatakan dirinya bersama Warga Binaan lainnya siap menjaga keberlanjutan budidaya maggot sebagai kegiatan pembinaan produktif. Menurutnya, pengelolaan yang konsisten dapat menjadikan maggot sebagai sumber pakan yang terus memberikan manfaat bagi berbagai sektor pembinaan di Lapas Batulicin.
“Kami siap menjaga dan mengembangkan budidaya maggot ini agar terus memberikan manfaat bagi Lapas Batulicin. Setiap proses yang kami jalani menjadi tanggung jawab untuk menjaga produktivitas maggot sekaligus mendukung kebutuhan pakan bagi kegiatan peternakan dan perikanan di Lapas,” ungkap H.
Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menyampaikan budidaya maggot menjadi salah satu pembinaan kemandirian yang diarahkan pada kegiatan produktif dan memiliki nilai manfaat. Ia berharap pengembangan maggot terus dilakukan sehingga mendukung sektor pembinaan lainnya sekaligus meningkatkan keterampilan Warga Binaan.
“Kami ingin setiap kegiatan pembinaan memiliki manfaat berkelanjutan. Budidaya maggot tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga mengajarkan Warga Binaan tentang ketekunan, pengelolaan, dan pemanfaatan sumber daya untuk mendukung kegiatan produktif lainnya,” tegas Thoha.
Panen 12 gram maggot menjadi konsistensi Lapas Batulicin dalam mengembangkan pembinaan kemandirian berbasis produktivitas. Melalui pengelolaan berkelanjutan, budidaya maggot terus diarahkan menjadi sumber pakan alternatif sekaligus ruang belajar keterampilan bagi Warga Binaan. (IR)
Kontributor: Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


