Dari Masjid dan Gereja, Rutan Masohi Perkuat Pembinaan Warga Binaan
Masohi, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masohi gelar pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan dengan melibatkan penyuluh agama dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tengah, Senin (5/10). Kegiatan tersebut berlangsung bersamaan bagi Warga Binaan beragama Islam dan Kristen.
Warga Binaan Islam ikuti pembinaan di Masjid Darussalam Rutan Masohi, sedangkan Warga Binaan Kristen dapat pendampingan rohani di Gereja Immanuel Rutan Masohi.
Pembinaan bagi Warga Binaan Islam diisi dengan dzikir bersama, tadarus, setor hafalan, dan belajar Iqra. Kegiatan tersebut jadi sarana untuk tingkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, memperkuat hafalan, serta membiasakan Warga Binaan menjalankan aktivitas keagamaan secara rutin.
Sementara itu, Warga Binaan Kristen ikuti ibadah, pembinaan rohani, dan diskusi keagamaan. Salah satu materi yang diberikan mengangkat tema “Tebak Tokoh Alkitab dan Pemaknaannya”.
Kegiatan dikemas secara interaktif dengan mengajak Warga Binaan mengenal tokoh-tokoh dalam Alkitab sekaligus menggali nilai keteladanan, kesetiaan, keberanian, pengampunan, kasih, dan tanggung jawab yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Plh. Kepala Rutan Masohi, Agustina Lawalata, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan bagian penting dalam proses pembinaan Warga Binaan.
“Pembinaan keagamaan ini penting untuk memperkuat iman dan mental Warga Binaan. Melalui kegiatan ini, Warga Binaan dapat lebih dekat kepada Tuhan, melakukan introspeksi diri, dan belajar menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Agustina.
Penyuluh Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tengah, Tia Sipahelut, mengatakan pembinaan keagamaan tidak berhenti pada pemahaman, tetapi juga mendorong penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang terpenting adalah bagaimana nilai-nilai yang diperoleh dalam pembinaan ini dapat diimplementasikan dalam sikap dan perilaku. Baik melalui kegiatan dzikir, tadarus, belajar Iqra, maupun pembinaan dan diskusi Alkitab, semuanya diharapkan dapat memberikan penguatan karakter dan menjadi bekal ketika Warga Binaan nantinya kembali ke keluarga dan masyarakat,” ungkapnya.
Melalui pembinaan keagamaan, Rutan Masohi beri ruang Warga Binaan untuk memperkuat iman, melakukan refleksi, dan mempersiapkan diri sebelum kembali ke keluarga dan masyarakat. (afn)
Kontributor: Humas Rutan Masohi
What's Your Reaction?


