Daur Ulang Limbah Dapur Jadi Pakan Maggot, Lapas Banjarmasin Dorong Pembinaan Berbasis Lingkungan

Daur Ulang Limbah Dapur Jadi Pakan Maggot, Lapas Banjarmasin Dorong Pembinaan Berbasis Lingkungan

Banjarmasin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin terus dorong pembinaan Warga Binaan berbasis lingkungan. Hal ini terlihat di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) pada Rabu (3/2) saat Warga Binaan bersama petugas lakukan siklus daur ulang limbah dapur menjadi pakan maggot sebagai upaya mengurangi sampah organik sekaligus menciptakan nilai ekonomi.

Kegiatan ini memanfaatkan limbah dapur organik sebagai pakan larva Black Soldier Fly (BSF). Siklus diawali dengan pengumpulan dan pemilahan limbah dapur, seperti sisa sayuran dan bahan makanan, kemudian dicacah agar lebih mudah terurai sebelum dimasukkan ke media budidaya Maggot.

Pada tahap selanjutnya, maggot mengurai limbah organik secara alami dan tumbuh menjadi sumber protein tinggi. Hasil budidaya dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan ternak, sementara sisa penguraiannya (kasgot) digunakan sebagai pupuk organik untuk mendukung kegiatan pertanian di area SAE.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Bagus Paras Etika, menjelaskan kegiatan tersebut dirancang dalam satu sistem terpadu. “Pengolahan limbah dapur menjadi pakan maggot kami susun dalam satu siklus berkelanjutan, mulai dari pemilahan limbah, proses budidaya, hingga pemanfaatan hasilnya sebagai pakan ikan dan pupuk organik,” jelasnya.

Salah satu Warga Binaan, Novi, merasakan manfaat langsung dari kegiatan tersebut. “Dari budidaya maggot, saya belajar bahwa limbah bisa punya nilai. Selain menambah keterampilan, kegiatan ini membuat kami lebih peduli lingkungan dan merasa lebih produktif selama menjalani pembinaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mendukung program ini sebagai pembinaan yang berorientasi pada kemandirian dan keberlanjutan. “Budidaya maggot ini bukan hanya solusi pengelolaan limbah dapur, tetapi bagian dari pembinaan kemandirian Warga Binaan. Kegiatan ini ramah lingkungan, bernilai ekonomis, dan membekali keterampilan nyata sebagai bekal setelah mereka kembali ke masyarakat,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Lapas Banjarmasin terus menghadirkan pembinaan yang produktif dan berwawasan lingkungan—mengolah sisa menjadi daya, menanam harapan dari hal yang semula terbuang. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Banjarmasin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0