Deteksi Dini Penyakit Menular, 469 Warga Binaan Lapas Kuningan Jalani Mobile VCT
Kuningan, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan laksanakan Mobile Voluntary Counseling and Testing (VCT) HIV bagi Warga Binaan, Rabu (7/10). Kegiatan ini dilaksanakan melalui sinergi antara Lapas Kuningan dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kuningan, Puskesmas Kuningan, Puskesmas Lamepayung, dan LSM Petik Kuningan dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan sekaligus melakukan deteksi dini penyakit menular. Tercatat, 469 Warga Binaan mengikuti pemeriksaan, terdiri dari 71 Tahanan laki-laki, enam Tahanan perempuan, dan 392 Narapidana laki-laki.
Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik, Kusrin Yusyuf, menyampaikan pemeriksaan ini merupakan salah satu langkah preventif untuk mengetahui kondisi kesehatan Warga Binaan sekaligus memastikan penanganan dapat dilakukan sedini mungkin apabila ditemukan indikasi penyakit. “Mobile VCT merupakan komitmen kami memberikan pelayanan kesehatan optimal kepada Warga Binaan. Melalui deteksi dini, kami dapat mengetahui kondisi kesehatan dan segera melakukan tindak lanjut apabila ditemukan hasil yang memerlukan penanganan lebih lanjut,” terangnya.
Menurutnya, sinergi dengan instansi kesehatan sangat penting dalam mendukung terciptanya lingkungan Lapas yang sehat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinkes, Puskesmas, LSM Petik, dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Sinergi seperti ini akan terus kami perkuat demi pemenuhan hak kesehatan Warga Binaan,” tambahnya.
Sementara itu, H. Iud Sudarman selaku Subkoordinator P2PM Dinkes Kabupaten Kuningan menjelaskan pemeriksaan tersebut merupakan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular. “Dengan melakukan screening secara menyeluruh, kita dapat mengetahui kondisi kesehatan Warga Binaan dan menentukan langkah tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, terdapat enam Warga Binaan dengan hasil reaktif Hepatitis dan delapan Warga Binaan dengan hasil reaktif Sifilis. Terhadap hasil reaktif tersebut, akan dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh tenaga kesehatan untuk memastikan hasil pemeriksaan sekaligus menentukan tindak lanjut medis sesuai kebutuhan.
Salah seorang Warga Binaan berinisial MDS mengapresiasi pemeriksaan kesehatan tersebut. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami bisa mengetahui kondisi kesehatan kami. Kalau ada hasil yang perlu ditindaklanjuti, bisa segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan,” ungkapnya.
Mobile VCT berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ini diharapkan memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan. Melalui kegiatan ini, Lapas Kuningan menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan kesehatan optimal sebagai pemenuhan hak Warga Binaan selama menjalani masa pidana. (IR)
Kontributor: Lapas Kuningan
What's Your Reaction?


