Deteksi Dini TBC, LPKA Palu Lakukan Pemeriksaan Chest X-Ray bagi 24 Anak Binaan

Deteksi Dini TBC, LPKA Palu Lakukan Pemeriksaan Chest X-Ray bagi 24 Anak Binaan

Palu, INFO_PAS - Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu  gelar pemeriksaan kesehatan melalui chest X-ray bagi 24 Anak Binaan, Sabtu (15/11), sebagai langkah deteksi dini untuk mencegah penyebaran Tuberkulosis (TBC) di lingkungan pembinaan. Kegiatan ini terlaksana melalui sinergi LPKA Palu dengan Tim Kerja TB dan ISPA Direktorat Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, Tim 13 Cito, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Kesehatan Kota Palu, Puskesmas Bulili, serta Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah.

Pelaksanaan skrining ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Ditjenpas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan No. PAS.06-PK.07.03-442 tentang Penemuan Kasus Tuberculosis melalui rontgen dada di 532 Rutan, LPAS, Lapas, dan LPKA pada 33 Kantor Wilayah di seluruh Indonesia. Pemeriksaan dilakukan di Aula LPKA Palu secara bertahap untuk memastikan seluruh Anak Binaan mendapat pemeriksaan yang menyeluruh dan hasil yang akurat. Melalui metode chest X-ray, indikasi infeksi dapat terdeteksi lebih cepat sehingga tindak lanjut medis dapat diberikan jika ditemukan gejala mencurigakan.

Kepala LPKA Palu, Welli, menegaskan bahwa deteksi dini menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan anak-anak di dalam LPKA.

“Kami ingin memastikan hak atas kesehatan bagi setiap anak terpenuhi, termasuk perlindungan dari risiko TBC. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen kami menciptakan lingkungan pembinaan yang aman dan sehat,” ujarnya.

Dari pihak Kementerian Kesehatan RI, dr. Ela selaku perwakilan Tim Kerja TB dan ISPA mengapresiasi pelaksanaan pemeriksaan tersebut. Ia menyebut skrining TBC di LPKA Palu merupakan bagian dari program nasional dalam menurunkan angka kasus TBC.

“Pemeriksaan ini tidak hanya untuk deteksi penyakit, tetapi juga menjadi kesempatan edukasi bagi Anak Binaan tentang pentingnya kebersihan diri, kesehatan pernapasan, dan pola hidup sehat,” jelasnya.

Hasil pemeriksaan chest X-ray oleh Tim 13 Cito menunjukkan dari 24 Anak Binaan mengikuti proses skrining dan rontgen, tidak ditemukan peserta dengan gejala positif maupun temuan positif melalui X-ray.

Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi ini sebagai bentuk sinergi strategis antara Pemasyarakatan dan sektor kesehatan.

“Kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat antara Kementerian Kesehatan RI dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI dalam menjaga kesehatan Anak Binaan serta memastikan lingkungan pembinaan tetap aman dan bebas risiko penyakit menular,” katanya.

Pemeriksaan ini menjadi bukti nyata komitmen berkelanjutan dalam menekan penyebaran TBC dan menjamin hak kesehatan Anak Binaan di LPKA Palu. Melalui sinergi lintas sektor, seluruh pihak berharap kegiatan ini memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan anak selama menjalani masa pembinaan. (afn)

 

Kontributor: Humas LPKA Palu

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0